KabarBaik.co, Pasuruan – Beberapa hari terakhir elpiji bersubsidi 3 kilogram sempat mengalami kelangkaan di tingkat bawah di wilayah Pasuruan Raya. Kini, Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Dwi Hardono, memberikan kabar baik bagi masyarakat terkait persoalan tersebut.
Dwi menyatakan, saat ini elpiji bersubsidi 3 kilogram kembali normal setelah masuknya pasokan ke wilayah Pasuruan. Sebelumnya sempat mengalami keterlambatan akibat konflik internasional yang menghambat pengiriman. Kendala stok dipicu keterlambatan pengiriman dari pusat yang berdampak secara regional.
“Saat ini distribusi di Pasuruan mulai normal secara bertahap. Kapal tanker pengangkut sudah bersandar di Tanjung Perak dan proses pengisian di SPPBE terus dilakukan ke pangkalan,” jelas Om Han, sapaan akrab ketua Hiswana Migas, Senin (13/4).
Sebagai langkah antisipasi agar distribusi merata dan mencegah aksi borong (panic buying), Om Han memberlakukan kebijakan pembelian sementara di pangkalan resmi, yaitu satu rumah tangga satu tabung elpiji. Sedangkan, untuk pegiat UMKM dibatasi pembelian maksimal dua tabung. “Aturan ini diberlakukan agar semua warga kebagian,” kata Om Han.
Menurut Om Han, pihaknya bersama Pertamina terus melakukan pengawasan ketat di lapangan untuk menjamin energi bersubsidi tepat sasaran. Dia mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak khawatir kekurangan stok elpiji. “Pemerintah dan Pertamina bertanggung jawab penuh untuk memenuhi kebutuhan ini. Kami harap masyarakat membeli sewajarnya saja,” pungkasnya. (*)








