Serangan terhadap Fasilitas Energi Arab Saudi Memicu Gangguan Pasokan Global

oleh -139 Dilihat
Krisis.jpg e1775793811821
Ilustrasi: Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran., yang menjadi jalur lalu lintas pengirimian energi dunia. (ANTARA/Anadolu/py.)

KabarBaik.co, Riyadh — Seorang sumber resmi di Kementerian Energi setempat menyatakan bahwa sejumlah fasilitas energi vital di Arab Saudi menjadi sasaran berbagai serangan dalam beberapa waktu terakhir ini. Serangan tersebut mencakup fasilitas produksi minyak dan gas, transportasi, serta pengilangan. Termasuk juga fasilitas petrokimia dan sektor kelistrikan di Kota Riyadh, wilayah Timur, dan kawasan industri Yanbu.

Akibat insiden tersebut, satu warga negara yang merupakan personel keamanan industri di perusahaan energi Saudi dilaporkan gugur. Selain itu, tujuh warga lainnya dari perusahaan yang sama dilaporkan mengalami luka-luka. Tidak hanya itu dampak serangan juga mengakibatkan sejumlah operasi di fasilitas utama dalam sistem energi juga mengalami gangguan.

Serangan juga menargetkan salah satu stasiun pemompaan pada jalur pipa strategis Timur–Barat, yang mengakibatkan hilangnya sekitar 700 ribu barel per hari dari kapasitas aliran melalui jalur tersebut. Jalur ini diketahui merupakan rute utama untuk memasok pasar global pada periode saat ini.

Lebih lanjut, fasilitas produksi Manifa turut menjadi sasaran, yang menyebabkan penurunan produksi sekitar 300 ribu barel per hari dari kapasitasnya. Sebelumnya, fasilitas Khurais juga mengalami serangan yang mengakibatkan penurunan produksi sebesar 300 ribu barel per hari. Dengan demikian, total kapasitas produksi Kerajaan menurun sekitar 600 ribu barel per hari.

Serangan turut meluas ke sejumlah fasilitas pengilangan utama, termasuk SATORP di Jubail, kilang Ras Tanura, SAMREF di Yanbu, serta kilang Riyadh. Kondisi ini secara langsung berdampak pada ekspor produk olahan ke pasar global. Fasilitas pemrosesan di Juaymah juga dilaporkan mengalami kebakaran, yang turut memengaruhi ekspor gas petroleum cair (LPG) dan cairan gas alam.

Pihak Kementerian Energi menegaskan bahwa berlanjutnya serangan-serangan ini dapat menyebabkan kekurangan pasokan serta memperlambat proses pemulihan. Hal ini berdampak pada keamanan pasokan bagi negara-negara penerima, serta berkontribusi pada meningkatnya volatilitas di pasar minyak global.

Situasi tersebut juga berdampak negatif terhadap ekonomi dunia, terutama di tengah menipisnya sebagian besar cadangan operasional dan cadangan darurat global, yang pada akhirnya akan membatasi kemampuan dalam merespons kekurangan pasokan energi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.