KabarBaik.co – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro 2025 nyaris memenuhi target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi serapan tercatat mencapai 79 persen dari target 80 persen.
Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, dari total APBD 2025 sebesar Rp 7,8 triliun, anggaran yang terserap mencapai Rp 6,2 triliun atau 79,94 persen. Sementara itu, sisa anggaran sekitar Rp 1,58 triliun belum terealisasi dan tercatat sebagai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) 2025.
Kepala Bidang Akuntansi BPKAD Bojonegoro, Anie Susanti Hartoyo mengatakan, perhitungan serapan anggaran dilakukan hingga penutupan tahun anggaran atau akhir Desember 2025. “Serapan APBD Bojonegoro hampir mencapai target 80 persen,” kata Anie, Sabtu (3/1).
Anie menjelaskan, secara umum seluruh sektor belanja telah melampaui 50 persen dari pagu anggaran. Belanja pegawai terealisasi sebesar Rp 1,7 triliun dari pagu Rp 2,2 triliun atau 77,88 persen. Sementara belanja barang dan jasa terserap Rp 1,31 triliun dari pagu Rp 1,6 triliun atau 78,28 persen.
Selain itu, belanja hibah terealisasi Rp 272 miliar dari pagu Rp 326 miliar. Adapun belanja bantuan sosial (bansos) mencapai Rp 114 miliar dari total pagu Rp 170 miliar. “Rata-rata serapan belanja sudah di atas 50 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, mengapresiasi capaian serapan APBD 2025 yang hampir menyentuh target. Namun, ia menyoroti besarnya sisa anggaran yang berpotensi menjadi Silpa. “Sisa serapan anggaran sekitar Rp1,5 triliun dan ini akan menjadi Silpa,” ujarnya. (*)






