Sociopreneur Ini Isyaratkan Maju Pilwali Surabaya

Editor: Dian Kurniawan
oleh -82 Dilihat
Sociopreneur Asrilia Kurniawati segera merilis program Ngobras (Ngobrol Bareng Asrilia) sebagai langkah untuk maju dalam Pilkada 2024. (Dian Kurniawan)

KabarBaik.co – Penantang incumbent untuk pemilihan Wali Kota Surabaya telah bermunculan. Salah satunya adalah sociopreneur Asrilia Kurniati. Bahkan, sudah ada partai politik yang menawarinya untuk maju.

Istri dari politisi partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) itu mengisyaratkan akan maju dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya yang akan digelar pada November 2024 mendatang.

Salah satu tandanya ia akan maju adalah bakal merilis program Ngobras (Ngobrol Bareng Asrilia). Program tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat yang ingin menyampaikan ide-ide untuk mengembangkan daerahnya.

“Intinya program ngobras ini saya buat untuk menggali aspirasi, mendengarkan dan melek. Kita harus melek apa yang belum terwujud dari yang diinginkan masyarakat,” sebut Asrilia Kurniati.

Baca juga:  Siap Jadi Mesin Politik, Papera Cilacap Dukung Sudaryono Cagub Jateng

“Apalagi kaum Gen-Z yang sekarang ini sangat butuh sosok inspirasi, sosok yang bisa menjadi motivator mereka dalam hal apapun. Ya, doakan saja yang terbaik,” tambahnya.

Asrilia Kurniati tak menampik jika mendapat tawaran ke dunia politik. Baginya tak ada yang tidak mungkin. Lantas benarkah sudah ada partai politik yang mendekatinya?

Ia membenarkan lebih tertarik pada Kota Surabaya. Meski begitu, belum ada partai politik yang menawari dirinya untuk maju sebagai penantang petahana, Eri Cahyadi di Surabaya. Sementara partai politik yang menawarinya sebagai kepala daerah di sebuah kabupaten.

Baca juga:  Songsong Pilkada Gresik 2024, KPU Garap Pembentukan Badan Adhoc

Perempuan yang juga Humas Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur itu jika jadi maju dalam Pilkada kelak akan menggunakan jalur independent karena tidak ingin menjadi petugas partai.

“Pasti akan independen, karena saya tidak mau jadi petugas partai. Doakan saja. Saya bukan petugas partai. Saya tidak mau jadi petugas partai, saya ingin menjadi teman rakyat,” beber founder Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) ini.

Lebih lanjut Asrilia Kurniati tidak merasa berat dengan syarat maju dari jalur independent. Ia mengaku optimis karena dirinya mendapatkan dukungan dari masyarakat. Optimisme itu menguat karena dirinya banyak mendapatkan dukungan melalui pesan di media sosial.

Baca juga:  Jangan Lupa! Coblosan Pilkada Digelar 27 November

“Tidak berat kalau kita bisa meyakinkan msyarakat. Tinggal pendekatan kita bagaimana, kita mengatur rakyat itu bagaimana caranya, pendekatan bagaimana, kita tunjukkan siapa kita bahwa kita memang bener-benar mau menjadi batur-e rakyat (teman rakyat). Bukan jadi petugas partai,” tegasnya.

“Kalau aku sekarang merasa banyak (dukungan) banget dari pesan-pesan yang masuk di dalam akun Intagram. (Mulai dari) mereka minta tips bagaimana jadi pengusaha atau pekerja yang baik. Disini kita menjembatani mereka untuk itu,” tandas Asrilia Kurniati.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.