Sudah Sepekan Berlalu, Polisi Masih Gagal Ungkap Eksekutor Pembunuhan di Rumah Mewah

oleh -328 Dilihat
TKP CIlegon
TKP terbunuhnya M. Axle, anak politikus PKS Maman Suherman.

KabarBaik.co- Polres Cilegon hingga kini masih belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap M. Axle alias MA, 9 tahun, yang tewas di rumah mewahnya di Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, Cilegon. Korban luka parah akibat benda tajam dan benda tumpul. Kasus ini mendapat sorotan publik lantaram sudah satu pekan berlalu, tapi tanpa ada tersangka.

Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan kepada awak media menyampaikan, polisi telah memeriksa 15 orang saksi yang terdiri atas keluarga, teman, hingga karyawan korban. “Bertambah jadi 15 orang saksi yang diperiksa, sebelumnya delapan orang,” ujar Sigit, Selasa (23/12).

Selain itu, lanjut dia, tim Puslabfor Mabes Polri juga dilibatkan untuk memeriksa sampel darah di rumah korban. “Kemarin dari tim Puslabfor Mabes Polri juga ikut memeriksa,” jelasnya.

Sigit menegaskan, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan secara mendalam. Saat ditanya apakah ada dugaan keterlibatan orang terdekat korban, Sigit mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman. “Semuanya masih pendalaman, doakan kami. Kami ingin mengungkap kasus ini secara transparan dan profesional,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025, ketika Axle ditemukan tewas di dalam rumahnya. Kejadian ini diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban mendapatkan telepon panik dari anak keduanya yang meminta pertolongan. Ayah Axle adalah Maman Suherman, yang merupakan politikus PKS CIlegon. Maman juga dikenal warga sebagai kontraktor dan pengusaha sukses.

Ayah korban yang saat itu tengah berada di luar karena urusan kerja di wilayah Ciwandan langsung pulang ke rumah setelah menerima kabar tersebut. Setibanya di rumah, Maman menemukan Axle dalam kondisi bersimbah darah dan tergeletak di dalam kamar. Tubuh korban mengalami banyak luka tusukan tajam dan luka akibat benda tumpul, yang menunjukkan aksi kekerasan yang sangat brutal.

Korban sempat dilarikan ke RS kit Bethsaida Cilegon menggunakan kendaraan pribadi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa bocah kelas IV SD itu tidak tertolong. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat luka-luka serius yang dialaminya.

Setelah mendapat laporan, polisi kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan saksi, termasuk keluarga, tetangga, dan orang-orang terdekat.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik. Terutama karena korban merupakan anak-anak, putra dari seorang politisi. Selain itu, muncul pertanyaan dan kejanggalan di antaranya CCTV rumah itu yang bisa menjadi petunjuk penting, ternyata sudah tidak berfungsi alias mati.

Selain itu, tidak ada orang lain di rumah sebesar itu.  Hanya dua anak Maman. Sedangkan istri Maman atau ibu korban, juga disebut sedang bekerja di sebuah perbankan. Kabar yang telah beredar, ART dan sekuriti sedang cuti. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.