KabarBaik.co, Sidoarjo – Dua narapidana tindak pidana terorisme (napiter) berinisial ZY dan FA resmi mengucapkan ikrar setia kepada NKRI di Lapas Klas I Surabaya, Rabu (11/02). Ikrar tersebut menjadi penegasan komitmen keduanya untuk meninggalkan paham radikal dan kembali setia kepada NKRI melalui program deradikalisasi.
Prosesi ikrar setia NKRI itu disaksikan langsung oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, perwakilan BNPT, Densus 88 Antiteror, BINDA Jatim, Kanwil Ditjenpas Jatim, Bakesbangpol dan Kemenag Sidoarjo, serta unsur TNI-Polri. Momentum ini menandai capaian positif pembinaan napiter dalam memperkuat komitmen kebangsaan.
Sebelumnya, ZY dan FA diketahui pernah terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan dipindahkan dari Rutan Depok ke Lapas Kelas I Surabaya pada 18 Desember. Sejak saat itu, keduanya mengikuti pembinaan intensif sebagai bagian dari proses deradikalisasi hingga akhirnya menyatakan ikrar setia kepada NKRI.
Kalapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyebut perubahan sikap keduanya lahir dari pendekatan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Melalui proses pengenalan lingkungan, penguatan emosional dan intelektual, serta interaksi sosial yang sehat, ZY dan FA mantap menyatakan kesetiaan kepada NKRI.
Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, Yulius Sahruzah, menegaskan bahwa ikrar setia NKRI menjadi titik balik bagi keduanya untuk kembali mencintai Tanah Air dan menjaga Pancasila.
Ia berharap ZY dan FA dapat menjalani peran sebagai warga negara yang taat hukum, beriman, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera dalam bingkai NKRI. (*)






