Tinjau Lokasi Banjir, Zulkifli Hasan Disambut Tangis Histeris Warga Padang

oleh -286 Dilihat
IMG 20251201 WA0010
Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas di posko bencana di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto

KabarBaik.co – Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas di posko bencana di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Lubuk Minturun, Padang, Minggu (30/11) berubah menjadi momen emosional bagi salah satu warga korban banjir.

Ia terlihat langsung mendatangi Zulhas sambil berteriak histeris saat tiba di lokasi untuk menyapa pengungsi, berdialog dengan keluarga korban, bahkan bermain bersama anak-anak yang terdampak.

Suasana seketika menjadi haru ketika warga yang rumahnya hilang tersapu arus banjir menyampaikan keluh kesah mereka — kehilangan tempat tinggal, hancurnya harta benda, dan ketidakpastian masa depan — bertemu langsung dengan pejabat negara. Kedatangan Zulhas seakan membawa secercah harapan bagi mereka yang tengah berduka dan berkeinginan kuat untuk segera pulih.

Dalam kunjungan itu, Zulhas berjanji akan meningkatkan pasokan pangan dan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Padang. Ia menyebut bahwa suplai kebutuhan pangan — seperti beras, minyak goreng, gula — akan ditambah hingga dua kali lipat dibanding kebutuhan normal, sebagai respons terhadap kelangkaan di wilayah terdampak.

Jika sebelum bencana daerah membutuhkan 1.000 ton beras, maka pemerintah melalui Bulog akan menyalurkan 2.000 ton sebagai langkah darurat.

Selain itu, Zulhas menyatakan pemerintah akan memetakan warga yang rumahnya hanyut terbawa arus, dan akan membangun kembali rumah mereka di lokasi aman, bukan di daerah rawan ataupun daerah aliran sungai.

Sejalan dengan janji bantuan pangan, Zulhas menyampaikan bahwa pemerintah bersama pemerintah kota Padang akan mendata rumah-rumah yang hilang akibat banjir, untuk kemudian dibangunkan kembali.

Pihak kota Padang — melalui wali kota setempat — mengonfirmasi bahwa tanah untuk pembangunan rumah pengganti sudah tersedia, dan pembangunan akan diarahkan ke lokasi yang lebih aman, jauh dari aliran sungai atau area rawan banjir.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Padang menyebabkan dampak luas: sedikitnya 31.845 jiwa terdampak bencana, dan delapan warga meninggal dunia akibat hanyut terbawa arus sungai yang meluap.

Beberapa kecamatan terdampak parah — terutama Koto Tangah — mendorong pemerintah setempat untuk mendirikan posko penanggulangan bencana di tiap kelurahan, agar bantuan dan evakuasi bisa lebih cepat dan efisien.

Setelah duka dan kerugian yang besar, kedatangan pejabat pusat seperti Zulhas dan janji nyata pemulihan menjadi harapan baru bagi warga yang terdampak.

“Semoga saja bencana ini segera berlalu dan masyarakat tanah minang bisa kembali melanjutkan hidupnya dengan lebih baik lagi,” tandas Benny, seorang warga Padang yang ikut terdampak banjir Bandang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: R. Hari
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.