KabarBaik.co – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala BKKBN RI Wihaji melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau program Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB) yang digelar di Mini Block Office, Balai Kota Malang, Selasa (12/8).
Wihaji menyatakan bahwa ada beberapa perempuan yang merasa tidak takut untuk menikah, meskipun mereka tidak ingin memiliki anak. Ini tentu saja menjadi fokus utama yang perlu diulas kembali.
“Kami akan berkoordinasi mengenai hal ini dengan Pemerintah Kota Malang,” ujarnya saat diwawancarai pers usai acara, Selasa (12/8).
Wihaji menjelaskan beberapa alasan di balik pilihan sejumlah perempuan tersebut. Salah satu faktornya adalah situasi ekonomi yang tidak mendukung, berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
“Ini menunjukkan bahwa ada 71 ribu perempuan di Indonesia yang menginginkan kehidupan tanpa anak,” katanya.
Wihaji juga menguraikan mengenai rencana untuk mengatasi ketakutan tersebut, yaitu dengan membangun Taman Penitipan Anak (TPA).
“Dengan adanya fasilitas ini, para orang tua yang telah memiliki anak, terutama yang bekerja, dapat lebih tenang saat menjalani kegiatan sehari-hari,” tegasnya.
Wihaji menambahkan bahwa program ini akan berkontribusi pada perkembangan keluarga berencana yang harmonis dan nyaman bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
“Dari sini kita belajar bahwa apa yang tampak sulit dapat menjadi lebih mudah jika kita memiliki keberanian untuk memulai dengan upaya yang maksimal,” tutupnya.(*)






