KabarBaik.co – Musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Data sementara, satu korban meninggal dunia dan 78 lainnya luka-luka.
Saat kejadian, ratysan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjemaah. Ambruknya bangunan membuat jemaah panik, karena banyah santri tertimpa reruntuhan.
Data sementara menyebutkan, total ada 79 santri menjadi korban. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, satu lainnya luka parah, sementara puluhan santri mengalami luka ringan hingga sedang.
Sebanyak 34 korban segera dievakuasi ke RSUD Notopuro, sedangkan 45 lainnya mendapatkan perawatan medis di RS Siti Hajar. Ambulans hilir mudik memenuhi halaman depan ponpes untuk membawa para korban.
Data korban tersebut dikonfirmasi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast. Ia menjelaskan proses evakuasi masih berlangsung.
“Sejauh ini kami masih mendata dan berkoordinasi dengan relawan serta pihak rumah sakit. Satu korban meninggal dunia, namun belum bisa dipastikan apakah wafat di lokasi atau di rumah sakit,” ungkapnya pada KabarBaik.co saat di lokasi.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdul Salam menyampaikan bahwa musala tersebut sedang dalam proses pembangunan menuju tiga lantai penuh. Sejak pagi hingga siang hari, diketahui ada aktivitas pengecoran di lantai atas sebelum akhirnya musala runtuh.
Hingga kini penyebab pasti ambruknya bangunan masih dalam penyelidikan. Tim Inafis Polda Jatim telah diturunkan ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara dan memastikan faktor yang memicu robohnya musala yang baru berusia 10 bulan itu.







