Wacana Rute Baru Bus DAMRI Bojonegoro-Sarangan Disambut Baik Dishub

oleh -158 Dilihat
IMG 20260402 WA0007
Suasana Terminal Rajekwesi Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Bus DAMRI yang berbasis di Terminal Maospati, Kabupaten Magetan, berpotensi menambah rute operasional baru. Rute yang diusulkan yakni menghubungkan antara Bojonegoro dengan kawasan wisata Sarangan.

Usulan tersebut disampaikan Ketua DPRD Magetan, Suratno. Rute Bojonegoro–Sarangan ini tidak hanya ditujukan untuk menambah pilihan transportasi publik, tetapi juga sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, keberadaan rute baru ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan, salah satu destinasi unggulan di Magetan. Suratno mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur serta kementerian terkait.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Bojonegoro, Welly Fitrama, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai penambahan rute transportasi umum akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami mengapresiasi inisiasi penyediaan dan penggunaan moda transportasi umum,” ujarnya, Rabu (2/4).

Menurut Welly, rute Bojonegoro–Sarangan berpotensi memperkuat perekonomian antarwilayah, khususnya di sepanjang jalur Bojonegoro, Ngawi, hingga Magetan. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam bepergian menggunakan transportasi umum. “Khususnya dalam mobilitas masyarakat antar daerah,” imbuhnya.

Meski demikian, Welly menegaskan bahwa rencana tersebut masih akan dikaji lebih lanjut oleh Dishub Jawa Timur. Kajian akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efektivitas rute dan keberadaan layanan transportasi yang sudah ada. “Saat ini juga sudah tersedia bus AKDP rute Bojonegoro–Ngawi,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaku usaha transportasi wisata tidak merasa khawatir dengan wacana tersebut. Perwakilan Paguyuban Driver Wisata Bojonegoro, Yudi, menyebut kehadiran DAMRI justru tidak akan mengganggu bisnis mereka.

Ia menilai operasional bus DAMRI memiliki keterbatasan, baik dari segi jumlah armada maupun fleksibilitas jadwal keberangkatan.
“Jam operasional DAMRI tidak fleksibel dan armadanya juga terbatas,” ujarnya.

Bahkan, meskipun jumlah armada ditambah, kebutuhan layanan transportasi wisata tetap tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh DAMRI. “Kebutuhan penyewa angkutan wisata kemungkinan tetap tidak bisa diakomodasi sepenuhnya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.