Wakil Wali Kota Batu Tegaskan Penataan Parkir dan PKL Jadi Prioritas Revitalisasi Pusat Kota

oleh -43 Dilihat
Penataan parkir kawasan Alun-alun Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) menjadi prioritas utama dalam rencana pembenahan kawasan pusat kota. Langkah tersebut disebut sebagai pintu masuk untuk menciptakan ruang publik yang lebih tertib sekaligus tetap menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Menurut Heli, penataan kawasan sekitar Alun-Alun Kota Batu tidak hanya berfokus pada aspek estetika, melainkan juga pembenahan fungsi ruang dan sistem aktivitas masyarakat. “Penataan ini selaras dengan visi pembangunan lima tahun ke depan. Revitalisasi tidak berhenti pada trotoar atau ornamen kota, tetapi menyentuh sistem aktivitas masyarakat yang selama ini menjadi sumber kepadatan kawasan,” tegasnya, Minggu (15/2).

Heli menjelaskan, Pemkot Batu menargetkan integrasi fasilitas publik, jalur pejalan kaki, serta pengelolaan parkir agar kawasan pusat kota menjadi lebih nyaman, tertata, dan produktif. Kajian teknis saat ini tengah disiapkan bersama Bapelitbangda Kota Batu untuk memetakan kebutuhan ruang dan konektivitas antar titik strategis.

Ia menyebut integrasi tersebut mencakup koneksi pejalan kaki dari GOR Ganesha, kawasan alun-alun, hingga Batu Plaza. Dengan konektivitas yang baik, aktivitas masyarakat dan wisatawan diharapkan lebih tertib tanpa menimbulkan kemacetan.

“Parkir menjadi salah satu persoalan utama yang harus dibenahi. Kami sedang mempertimbangkan pemanfaatan aset pemerintah untuk parkir terpadu, termasuk opsi relokasi kantor kelurahan agar lahannya bisa difungsikan ulang,” ungkapnya.

Menurutnya, skema tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus menyediakan ruang usaha yang lebih tertata bagi PKL. Heli juga menegaskan bahwa konsep penataan di Batu tidak akan sekadar meniru kawasan heritage seperti Kayutangan Heritage. “Kita tidak hanya meniru. Karakter Batu sebagai kota wisata berbasis alam dan pertanian tentu berbeda, sehingga pendekatannya harus disesuaikan,” imbuhnya.

Heli menambahkan, proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) tetap berjalan sebelum implementasi fisik dilakukan. Namun, ia mengakui realisasi proyek akan dilakukan bertahap karena menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Gagasan ini sebenarnya sudah muncul sejak masa kepemimpinan Eddy Rumpoko, tetapi keterbatasan APBD dan kebijakan efisiensi membuat pengerjaannya harus bertahap. Yang terpenting sekarang, kita mulai dari penataan parkir dan PKL sebagai fondasi utama,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.