Warga Terdampak Banjir Tahunan Datangi Dinas SDA Kabupaten Pasuruan, Ini yang Disuarakan

oleh -107 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 09 at 09.55.47
Warga menggelar audensi dengan Dinas SDA Kabupaten Pasuruan. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Perwakilan warga dan tokoh masyarakat Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mendatangi Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Pasuruan. Mereka merupakan korban dampak banjir tahunan yang mengeluhkan persoalan lingkungan yang tak kunjung dibereskan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.

Permasalahan yang disampaikan warga sebenarnya sudah sering disampaikan dalam penanggulangan banjir di Desa Kedungringin. Namun, hingga kini warga menilai belum ada upaya penanggulangan banjir secara serius. Kali ini warga menginginkan permasalahan penyebab banjir segera ditangani pada tahun ini. Bukan lagi janji-janji yang tidak terealisasi.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati, Hendri Sulfianto, menyampaikan, ada tiga permasalahan yang selama ini menjadi penyebab banjir di Desa Kedungringin. Mulai dari tanggul yang rendah, jembatan penghambat arus air, hingga persoalan sungai. “Ini yang kita tangkap penyebab banjir selama ini. Tanggul rendah menyebabkan air meluber, jembatan rendah, dan kurang lebarnya sungai Wrati,” kata Hendri usai audensi, Kamis (9/4).

Hal senada juga disampaikan Wagiono, salah seorang perangkat desa yang ikut audiensi. Dia mengaku sudah menyampaikan persoalan itu ke pihak terkait sejak dirinya menjabat. “Sudah saya sampaikan sejak dulu banjir di lingkungan yang rendah butuh penanganan secepatnya, tapi tidak pernah terealisasi karena kewenangan dalam pengelolaan sungai,” terang Wagiono.

Sarinah Rostief, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi, menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penanganan permasalahan yang disampaikan warga pada tahun ini. “Permasalahan ini akan kita bahas kembali untuk pembangunannya, tapi tetap keputusan akhirnya nanti diputuskan oleh Bapak Bupati,” ucap Sarinah.

Warga dan pengelola Das Wrati juga menekankan pengelolaan anak sungai Wrati yang sebelum diambil alih oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur untuk dikembalikan ke Pemkab Pasuruan. “Kalau pengelolaan sungai Wrati dikelola Pemkab Pasuruan koordinasi dalam penanganan bisa lebih cepat,” tandas Sarinah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.