KabarBaik.co – Sebanyak 117 unit Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jombang saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Progresnya bervariasi, mulai dari 5 persen hingga 60 persen.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang terus menggenjot penyelesaian pembangunan agar gerai koperasi tersebut bisa segera beroperasi dan memberi dampak langsung bagi perekonomian desa.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Hari Purnomo mengatakan pembangunan gerai KDKMP tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Menurut dia, percepatan pembangunan menjadi prioritas agar koperasi bisa berkembang optimal.
“Kami terus mendorong agar KDKMP di Jombang bisa berkembang maksimal untuk meningkatkan roda ekonomi desa serta kesejahteraan anggota dan masyarakat umum,” kata Hari dalam keterangannya. Kamis (8/1).
Dari total gerai yang dibangun, sebanyak 52 KDKMP tercatat sudah aktif beroperasi. Mayoritas bergerak di bidang usaha sembako, disusul unit simpan pinjam, pergudangan, hingga migas.
Hari menambahkan hingga kini sudah ada 253 KDKMP yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal itu dinilai sebagai langkah penting menuju legalitas dan profesionalisme koperasi.
“Ini menunjukkan keseriusan koperasi desa untuk beroperasi secara formal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk mendukung pengoperasian koperasi, pendampingan dari Pendamping Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM masih berlangsung hingga Desember 2025. Program tersebut berpeluang dilanjutkan pada 2026 setelah melalui evaluasi kinerja.
Pendampingan dinilai krusial, terutama menjelang rampungnya pembangunan gudang dan gerai KDKMP yang ditargetkan selesai pada Maret 2026.
Di sisi lain, Dinas Koperasi Jombang juga mengimbau seluruh KDKMP untuk segera melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) buku tahun 2025. RAT menjadi wadah pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus bagian dari tata kelola koperasi yang sehat dan transparan.
Dengan selesainya pembangunan fisik, dukungan perizinan melalui NIB, serta penguatan tata kelola lewat RAT, KDKMP di Jombang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (*)









