16 Tahun Mengabdi, Danru Damkar Sumbawa Gugur Saat Padamkan Kebakaran 31 Rumah

oleh -85 Dilihat
Danru Damkar Sumbawa yang gugur saat memadamkan kebakaran 31 rumah.
Danru Damkar Sumbawa yang gugur saat memadamkan kebakaran 31 rumah. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sumbawa — Dini hari yang seharusnya sunyi berubah menjadi momen duka bagi keluarga dan rekan-rekan pemadam kebakaran di Kabupaten Sumbawa. M. Solikin bin Abdullah, seorang Komandan Regu (Danru) di Pos Damkar Alas, gugur saat berjuang memadamkan kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Minggu (22/3).

Di balik seragamnya, Solikin adalah sosok sederhana yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk melindungi orang lain. Sejak tahun 2010, ia memilih jalan sunyi sebagai petugas pemadam kebakaran, pekerjaan yang menuntut keberanian, kesiapsiagaan, dan pengorbanan tanpa banyak sorotan.

Selama 16 tahun, ia hadir di berbagai peristiwa kebakaran dengan datang lebih dulu, pulang paling akhir. Dari status tenaga honorer hingga akhirnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada 2023, perjalanan kariernya bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup.

Malam itu, seperti tugas-tugas sebelumnya, Solikin kembali berdiri di garis depan. Kobaran api di Desa Kalimango tidak hanya mengancam bangunan, tetapi juga keselamatan warga. Tanpa ragu, ia menjalankan tugasnya sebagai Danru, memimpin tim, memastikan api dapat dikendalikan.

Namun takdir berkata lain. Dalam tugas kemanusiaan itu, Solikin menghembuskan napas terakhirnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa Sahabuddin, mengenang almarhum sebagai sosok yang tak tergantikan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami kehilangan seorang patriot sejati. Almarhum adalah pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin. Dedikasinya selama 16 tahun tidak pernah diragukan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Bagi rekan-rekannya, Solikin bukan hanya atasan, tetapi juga panutan. Ia dikenal selalu berada di garda terdepan, tidak pernah mengeluh, dan selalu siap turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan.

Di rumahnya yang sederhana di Lingkungan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, kabar duka itu disambut dengan tangis keluarga. Putra dari Abdullah itu meninggalkan tiga saudara perempuan. Ia belum menikah, namun pengabdiannya telah menjadi warisan keteladanan bagi banyak orang.

Jenazahnya telah tiba di rumah duka untuk dimakamkan secara layak. Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk hak-hak kepegawaian dan santunan.

Kepergian Solikin bukan hanya kehilangan bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini ia lindungi. Ia pergi dalam tugas, di tempat yang selama ini menjadi medan pengabdiannya di tengah api, di garis depan, demi keselamatan orang lain.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.