16 Tahun Mudik Bali–Jawa, Pemudik Akui Tahun ini Paling Parah

oleh -6 Dilihat
Pemudik di penyeberangan Banyuwangi.
Pemudik di penyeberangan Banyuwangi.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan panjang masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk pada H-4 lebaran, Selasa (17/3). Antrean kendaraan dilaporkan mencapai puluhan kilometer dan membuat perjalanan molor hingga belasan jam.

Salah satu pemudik, Carini Nurfiana, mengaku terjebak macet lebih dari 12 jam. Ia berangkat dari Kuta pukul 19.00 WITA dan mulai terjebak kemacetan sekitar pukul 22.00 WITA, sekitar 30 kilometer sebelum pelabuhan.

Rombongannya baru tiba dan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 11.00 WIB keesokan harinya.

“Sudah sempat baca kalau ramai, tapi tidak terbayang separah ini,” ujarnya.

Carini yang telah 16 tahun tinggal di Bali menyebut kemacetan kali ini merupakan yang terparah selama dirinya rutin mudik ke Banyuwangi setiap Lebaran.

Hal serupa disampaikan pemudik lain, Lihan. Ia berangkat dari Denpasar pukul 00.00 WITA dan terjebak macet tiga jam kemudian, sekitar 30 kilometer sebelum Pelabuhan Gilimanuk.

Ia baru tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 11.45 WIB setelah berupaya mencari celah di tengah antrean kendaraan.

“Ini mudik paling macet yang pernah saya alami,” katanya.

Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 21 kilometer hingga wilayah Melaya, Kabupaten Jembrana. Sebelumnya, kemacetan bahkan dilaporkan mencapai 35 kilometer dari pelabuhan.

Kemacetan didominasi kendaraan roda empat, sementara sepeda motor relatif lebih lancar melintas. Sejumlah pemudik roda dua mengaku bisa sampai lebih cepat tanpa terjebak antrean panjang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.