KabarBaik.co, Sidoarjo – Virus Nipah diketahui berasal dari hewan kelelawar buah yang menjadi inang alaminya. Penularan dapat terjadi ketika manusia melakukan kontak langsung dengan hewan terinfeksi, cairan tubuhnya, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.
Dalam upaya pencegahan penyebaran, pemerintah menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penularan dari hewan ke manusia. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, langkah antisipasi terus diperkuat melalui pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuanita, menyampaikan bahwa sistem surveilans di fasilitas kesehatan telah ditingkatkan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya kasus mencurigakan.
“Kami memastikan pemantauan berjalan optimal agar jika ada gejala yang mengarah pada infeksi berat bisa segera ditangani,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan kelelawar atau hewan liar lainnya, serta tidak mengonsumsi buah yang telah tergigit atau terjatuh di area terbuka tanpa dicuci bersih. Makanan dan minuman harus dipastikan dalam kondisi higienis sebelum dikonsumsi.
Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan, menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mencegah potensi penularan.
Dengan kewaspadaan bersama dan deteksi dini yang diperkuat, pemerintah berharap penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sehingga masyarakat tetap dalam kondisi aman. (*)






