KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melaksanakan program Profiling ASN (ProASN) yang diikuti sekitar 2.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Program ini memetakan potensi dan kompetensi ASN secara komprehensif untuk mendukung kebijakan pengelolaan SDM yang lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto menyatakan, program ini sebagai langkah strategis yang mendukung Manajemen Talenta Nasional.
“ProASN mempercepat penyediaan data potensi dan kompetensi ASN yang akurat dan terintegrasi. Data ini menjadi dasar pengambilan kebijakan pengelolaan ASN berbasis sistem merit (meritokrasi) yang lebih efektif,” jelasnya, Rabu (12/10).
Menurut Hari, pengembang mendesain ProASN untuk menghasilkan peta kompetensi digital ASN yang mencakup empat aspek utama yakni potensi psikologis, kompetensi manajerial dan sosial-kultural, literasi digital, serta preferensi karier. Seluruh pengukuran menggunakan aplikasi ProASN yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Hari menjelaskan, hasil ProASN sangat krusial bagi ASN. Data profil yang akurat memberikan gambaran jelas tentang kekuatan dan area pengembangan diri. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi dasar objektif untuk pengembangan karier, penempatan jabatan, dan penyusunan program pelatihan yang lebih sesuai dengan potensi masing-masing individu.
“Data yang akurat menghadirkan karier yang lebih terarah bagi ASN. Semakin optimal pengerjaan tes, semakin akurat pula gambaran profil kompetensinya,” jelas Hari.
Hari memaparkan, pemerintah wajibkan ASN Bojonegoro dari berbagai jenjang – mulai dari JPT Pratama, Administrator, Pengawas, Eselon V, hingga Jabatan Fungsional dan Pelaksana untuk mengikuti ProASN, dengan kriteria tertentu, seperti belum pernah dinilai atau hasil penilaian sebelumnya sudah kedaluwarsa.
Pelaksanaan tes berlangsung selama sekitar 4 jam, terbagi dalam beberapa sesi, dan tidak memungut biaya. Tim proses dan mengintegrasikan hasil akhir langsung ke dalam SIASN serta Sistem Manajemen Talenta Nasional ASN (SIMATA), sehingga setiap ASN memiliki ‘rekam jejak kompetensi’ digital yang dapat menjadi panduan untuk perkembangan karier ke depan. (*)







