2 Jembatan di Mojowarno Jombang Diterjang Banjir, Satu Putus Total

oleh -2 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 03 at 2.18.18 PM
Penampakan jembatan yang putus akibat diterjang banjir (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu membuat Kali Putih dan Kali Catakbanteng meluap pada Senin (2/3) malam. Air meluber hingga menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Mojowarno, Jombang. Dampaknya, dua jembatan terdampak, satu di antaranya putus total.

Camat Mojowarno Roni Affriandie mengatakan genangan mulai muncul pada Senin malam akibat debit sungai yang meningkat signifikan.

“Iya, tadi malam memang sempat muncul genangan karena sungai meluber,” kata Roni saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Sejumlah wilayah terdampak antara lain Desa Gondek, Desa Wringinpitu, dan Desa Catakgayam. Dari ketiga wilayah tersebut, Desa Gondek menjadi titik dengan dampak paling parah.

“Yang paling terdampak di Desa Gondek, terutama sekitar area pasar. Air menggenang cukup tinggi dan bercampur lumpur,” ujarnya.

Tak hanya merendam permukiman dan fasilitas umum, banjir juga menyebabkan tumpukan sampah di beberapa jembatan. Bahkan, dua jembatan dilaporkan mengalami kerusakan serius.

Satu jembatan yang berada di Dusun Tegalsari, Desa Wringinpitu, dilaporkan putus total. Jembatan tersebut merupakan jembatan lama sekaligus akses alternatif yang dibangun warga menuju pondok pesantren setempat.

“Kedua abutmen jembatan rontok diterjang arus Kali Catakbanteng,” jelas Roni.

Selain merobohkan jembatan, arus deras juga menggerus tanggul sungai yang berbatasan langsung dengan rumah warga. Pemerintah kecamatan telah melaporkan kejadian ini dan berharap ada penanganan lanjutan dari instansi terkait.

“Kami berharap ada bantuan dari Dinas PU atau BBWS, setidaknya untuk pemasangan bronjong agar gerusan tidak semakin parah,” katanya.

Di lokasi lain, sebuah rumpun bambu yang hanyut terbawa arus tersangkut di jembatan Desa Gondek, yang merupakan jalur poros Diwek–Mojowarno. Peristiwa itu memicu keretakan pada struktur jembatan.

“Jembatan di Gondek muncul retakan. Sejak tadi malam sudah ditutup sementara untuk kendaraan besar, sambil menunggu asesmen dari Dinas PUPR,” ujar Roni.

Plt Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi membenarkan adanya laporan gangguan pada jembatan di ruas Cukir–Mojowarno tersebut.

“Dilaporkan ada penurunan elevasi karena indikasi penurunan pada kedua abutmen, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi jembatan,” kata Imam.

Menurut dia, tim dari Dinas PUPR telah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan awal dan pengumpulan data. Pemeriksaan lanjutan dengan peralatan yang lebih detail juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi struktur jembatan.

“Teman-teman sudah cek lokasi dan datanya masih diolah. Kami juga akan melakukan pengecekan lebih detail untuk memastikan tingkat keamanannya,” ujarnya.

Sementara itu, akses jembatan untuk kendaraan roda empat dan lebih ditangguhkan hingga hasil pemeriksaan menyatakan aman.

“Untuk roda dua masih bisa melintas sementara. Namun roda empat atau lebih diimbau mencari jalur alternatif sampai ada hasil pengecekan,” kata Imam. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.