2 Tahun Rusak Parah, Warga Miren Nganjuk Ubah Jalan Jadi ‘Kebun Pisang’

oleh -199 Dilihat
Warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo tanami jalan rusak dengan pisang (istimewa)

KabarBaik.co, Nganjuk – Puluhan pohon pisang berdiri rapi menyilang. Namun pohon pisang itu tak ditanam di lahan, melainkan di jalan yang menjadi akses utama warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Tanjunganom, Nganjuk. Pohon pisang di jalan itu merupakan protes dari masyarakat yang sudah lelah menunggu perbaikan jalan yang rusak parah selama dua tahun terakhir.

Jalan sepanjang 400 meter yang menghubungkan Dusun Miren dengan desa sekitar seharusnya menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Namun, sejak tahun 2024, kondisi jalan ini semakin memburuk hingga tidak dapat digunakan dengan layak. Lapisan aspal yang sudah menipis hancur total, meninggalkan lubang-lubang besar yang selalu terisi lumpur dan air setiap saat hujan turun.

“Ketika musim kemarau saja jalan sudah penuh dengan lubang, apalagi sekarang musim hujan seperti ini. Kubangan bisa dalamnya sampai 30 sentimeter,” cerita Hadi Purnomo seorang petani yang setiap hari harus melewati jalan ini untuk ke sawahnya, Selasa (3/1).

Tak hanya membuat kendaraan sulit lewat, kondisi jalan yang buruk juga sering menyebabkan kecelakaan kecil, seperti tergelincir atau terjatuh dari motor.

Setelah berbagai keluhan tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan, warga akhirnya mengambil langkah dengan menanam pohon bibit di tengah jalan yang rusak.

Ketua RT 03 Dusun Miren Sudar yang menjadi inisiator gerakan ini, menjelaskan alasan memilih pohon pisang sebagai bentuk protes.

“Kita tidak mau melakukan protes yang mengganggu ketertiban. Pohon pisang bukan hanya simbol protes, tetapi juga memberikan manfaat nantinya buahnya kalau dibiarkan sampai tumbuh,” katanya.

Puluhan pohon pisang ditanam di bagian jalan yang rusak parah. Setiap lubang yang dulunya penuh lumpur kini diisi dengan tanah subur dan bibit pisang yang siap tumbuh.

Warga berharap dengan penanaman pohon pisang dijalan sebagai bentuk protes ini segera direspon pemerintah desa maupun daerah, agar segera dilakukan perbaikan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.