KabarBaik.co, Nganjuk – Presiden Prabowo memberi bantuan 220 becak listrik untuk Nganjuk. Bantuan itu diberikan kepada para pengayuh becak konvensional yang sudah lansia. penyerahan bantuan dilaksanakan di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Nganjuk, Kamis (26/2)
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata Pak Presiden kepada masyarakat bawah, kaum marhaen, wong cilik, yang sehari-hari berjuang di jalanan,” ungkap Bupati Marhaen.
Bantuan ini ditujukan secara khusus kepada para pengayuh becak konvensional yang telah berusia 55 hingga 60 tahun ke atas. Dengan adanya tenaga listrik sebagai pengganti tenaga fisik, para lansia diharapkan dapat mengais rezeki tanpa harus memeras diri secara berlebihan.
“Saya tegaskan, becak listrik ini murni untuk bekerja. Tidak boleh dijual, tidak boleh disewakan, dan jangan sampai digadaikan,” tegas Bupati dengan nada tegas di hadapan rombongan tukang becak yang hadir.
Komitmen untuk menjaga amanah bantuan ini diwujudkan melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama antara YGSN dan perwakilan lima orang penerima manfaat. Hal ini selaras dengan penjelasan dari Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN mengenai sumber dana yang digunakan.
“Bantuan ini murni menggunakan dana pribadi Bapak Presiden Prabowo, bukan dari APBN, sehingga peruntukannya harus benar-benar dijaga,” jelas Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan dari YGSN.
Melihat besarnya antusiasme masyarakat dan luasnya wilayah Nganjuk, Bupati Marhaen menyampaikan rencana untuk memperluas cakupan program ini ke seluruh kecamatan di kabupaten.
“Melihat antusiasme dan kebutuhan di lapangan, ke depan kita akan ajukan tambahan sekitar 200 unit lagi agar bisa merata ke seluruh kecamatan di Nganjuk,” tutur Marhaen mengenai langkah berikutnya.
Program ini mengusung semangat ‘Gas Nol Emisi, Gas Pol Rezeki’, dengan dukungan stasiun pengisian daya gratis yang disiapkan YGSN. Acara yang penuh haru tersebut ditutup dengan konvoi bersama menaiki becak listrik di depan pendopo, menunjukkan semangat baru bagi para penerima manfaat. (*)







