KabarBaik.co – Banjir yang melanda Kecamatan Sekotong akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama kurang lebih satu jam, pada Jumat (9/1) berdampak pada 241 kepala keluarga (KK) yang tersebar di dua desa. Data tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB).
Wilayah terdampak meliputi Desa Taman Baru dengan rincian Dusun Eat Pace sebanyak 118 KK, Dusun Repok Gapuk 25 KK, Dusun Taman Sejati 48 KK, serta Dusun Kelep Tengah RT 01 sebanyak 15 KK. Sementara di Desa Pesisir Mas, banjir berdampak pada Dusun Raji Mas sebanyak 20 KK dan Dusun Tembowong 15 KK.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB Ahsanul Khalik, mengatakan selain pendataan jumlah warga terdampak, pemerintah juga langsung melakukan langkah-langkah penanganan, khususnya di sektor kesehatan. Tim kesehatan telah melakukan intervensi penjernihan air bersih menggunakan kaporit setelah ditemukan beberapa titik sumber air warga yang terindikasi tercemar akibat banjir.
“Untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir, kami juga mengaktifkan surveilans epidemiologi terhadap potensi penyakit seperti diare, ISPA, leptospirosis, dan DBD. Puskesmas setempat disiagakan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara cepat kepada masyarakat terdampak,” ujar Ahsanul Khalik, Minggu (11/1).
Berdasarkan laporan lapangan, hasil Rapid Health Assessment sektor kesehatan memastikan tidak ditemukan korban yang membutuhkan layanan medis darurat. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan logistik serta menurunkan tim kesehatan ke lokasi banjir.
Kebutuhan dasar warga berupa pangan dan sandang telah dipenuhi melalui kolaborasi Dinas Sosial dan BPBD tingkat kabupaten dan provinsi. Penanganan di lapangan juga melibatkan aparat desa, masyarakat setempat, TNI/Polri, BPBD, serta TAGANA dengan koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan.
Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah akan memprioritaskan normalisasi sungai, perbaikan jembatan penghubung antar dusun di Desa Taman Baru, serta penyaluran paket kebersihan (hygiene kit) dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak.
Genangan air yang sempat masuk ke rumah-rumah warga diketahui mengganggu aktivitas masyarakat dan menyisakan lumpur di sejumlah jalan dusun, namun pemerintah memastikan penanganan berlanjut hingga kondisi kembali normal.(*)






