KabarBaik.co, Mojokerto – Polres Mojokerto bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyiapkan sebanyak 250 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di lapangan upacara Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Kamis (12/3) pagi.
Dalam kegiatan itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sebanyak 250 personel gabungan akan bertugas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026. Personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta relawan.
Mereka akan bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis, seperti jalur mudik, tempat ibadah, pusat keramaian, hingga objek wisata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Bupati Mojokerto disebutkan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Operasi tersebut menjadi wujud sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengamankan arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sebagai komitmen nyata sinergitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” demikian kutipan amanat Kapolri.
Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan penanganan arus mudik pada tahun 2025 mencapai 90,9 persen. Capaian itu menjadi indikator keberhasilan kerja sama lintas sektor yang diharapkan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun ini.
Sementara itu, pemerintah memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Operasi Ketupat 2026 secara nasional melibatkan 317.666 personel yang disiagakan selama 13 hari.
Selain itu, disiapkan pula 2.756 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos tersebut akan memberikan pelayanan sekaligus pengamanan di berbagai titik rawan kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, hingga bencana alam.
Melalui sinergi seluruh unsur pengamanan, diharapkan penyelenggaraan mudik dan perayaan Idulfitri tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.(*)






