KabarBaik.co — Seorang pria lanjut usia bernama S Hariyono, 73, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun Subontoro Santran, Desa Mojotrisno, Mojoagung, Jombang, Selasa (6/1) pagi.
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Eli Zufita, sekitar pukul 08.00 WIB. Seperti rutinitas sehari-hari, Eli datang ke rumah ayahnya untuk mengantarkan sembako.
“Pintu rumah dalam keadaan tertutup tetapi tidak terkunci. Saat masuk, saksi mencium bau tidak sedap dan melihat kondisi rumah yang kotor,” kata Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas, dalam keterangan tertulisnya.
Merasa curiga, Eli kemudian mencari keberadaan sang ayah dan menemukannya sudah meninggal dunia di bagian dapur rumah. Korban ditemukan dalam posisi telentang dengan bantalan kursi kecil berada di bawah tubuhnya.
Peristiwa tersebut lalu dilaporkan ke kepala dusun dan diteruskan ke Polsek Mojoagung.
Diketahui, Hariyono tinggal seorang diri. Terakhir kali ia bertemu langsung dengan anaknya pada Rabu (31/12) pagi. Sejak Sabtu (3/1) malam, korban juga sudah tidak dapat dihubungi melalui telepon.
Salah satu tetangga korban, Vivid Firdaus, mengatakan bahwa almarhum biasanya membeli kopi di warung miliknya setiap sore. Namun, sejak Sabtu sore korban tidak terlihat lagi.
“Terakhir beli kopi hari Sabtu sekitar jam tiga sore. Setelah itu tidak pernah kelihatan,” ujar Vivid.
Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis dari Puskesmas Mojoagung tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
“Diduga korban meninggal akibat gagal fungsi jantung, mengingat usia korban yang sudah lanjut,” kata Yogas.
Polisi juga memastikan tidak ada barang berharga yang hilang serta tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun jendela rumah.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Surat pernyataan penolakan autopsi telah diserahkan kepada kepolisian.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Paviliun Kenanga RSUD Jombang untuk dilakukan visum luar dan pemulasaran, sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (*)







