KabarBaik.co – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Pantai Kondangmerak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mengakibatkan empat nelayan dihantam ombak besar. Dikabarkan dari empat orang itu, dua nelayan di antaranya meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar mengatakan, Satpolairud Polres Malang telah menerima laporan terkait kejadian dua orang nelayan yang berhasil selamat dari hantaman ombak. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/4) sekitar pukul 04.00 WIB kemarin.
“Satpolairud Polres Malang menerima laporan adanya kecelakaan laut yang menyebabkan dua orang nelayan meninggal dunia akibat perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar,” kaya Bambang, Minggu (27/4).
Menurut Bambang, dari hasil penyelidikan, keempat nelayan tersebut adalah Zulpa Komandani, 22; Mujeman, 44; Suparman, 44; dan Sahnan, 35. Seluruhnya merupakan warga Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Mereka berangkat mencari ikan menggunakan perahu bermesin ganda dari Pantai Kondangbuntung, Desa Tambakrejo, pada Jumat (25/4) sore,” jelas Bambang.
Bambang menjelaskan, setibanya di perairan Kondangmerak, para nelayan mulai berburu ikan dengan menggunakan busur panah. Namun, pada tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB, cuaca di perairan memburuk disertai angin kencang dan ombak besar.
“Pada saat cuaca buruk terjadi, dua orang korban, yaitu Suparman dan Sahnan, terhempas ke laut. Sedangkan dua nelayan lainnya, Zulpa dan Mujeman, berhasil bertahan dengan berpegangan di perahu,” ungkap Bambang.
Sekitar pukul 03.30 WIB, lanjut Bambang, Mujeman melihat Suparman mengapung di laut dan berupaya menyelamatkannya. Namun, saat berhasil dimasukkan ke perahu, Suparman sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Bambang menyebutkan bahwa kedua nelayan yang selamat kemudian membawa jenazah Suparman kembali ke daratan di Sendangbiru dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, petugas Satpolairud Polres Malang bersama unsur TNI AL dan tim SAR langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian korban yang masih hilang. Setelah dilakukan pencarian, bersama SAR dan nelayan setempat, korban kedua atas nama Sahnan akhirnya ditemukan pada pukul 13.00 WIB dalam kondisi meninggal terdampar di Pantai Selok, Desa Bandungrejo.
Bambang menyatakan, korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang untuk keperluan pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga.
Polres Malang mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem saat melaut. “Kami mengingatkan kepada para nelayan untuk memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, demi keselamatan bersama,” tegasnya. (*)






