KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember bersama jajaran TNI dan Polri resmi memulai pengamanan Idul Fitri melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawat yang bertindak sebagai pimpinan apel menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam mengawal lonjakan mobilitas masyarakat.
Dalam arahannya, Gus Fawait menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Ia memastikan bahwa distribusi energi di wilayah Jember saat ini dalam kondisi stabil.
“Kerja sama Pemkab, TNI, dan Polri telah terbukti efektif meredam kepanikan masyarakat terkait stok BBM. Kami pastikan ketersediaan energi aman hingga pascalebaran, termasuk tambahan kuota gas LPG yang sudah dikoordinasikan,” ujar Gus Fawait, Jumat (13/3).
Sementara itu Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputro, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari. Sebanyak 522 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga kondusivitas wilayah,
Bobby menambahkan, fokus pengamanan mencakup tiga aspek utama, kelancaran lalu lintas, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan keamanan objek wisata.
Pihak kepolisian juga telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang akan menjadi perhatian khusus, di antaranya: Simpang Empat Mangli, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo dan area sekitar Kampus Universitas Jember (Unej).
Selain lalu lintas, sektor pariwisata juga diprediksi mengalami lonjakan pengunjung, terutama pada integrasi pengelolaan Pantai Papuma dan Watu Ulo.
Gus Fawait menyebutkan akan ada rapat khusus untuk memastikan pengamanan di destinasi wisata tersebut agar wisatawan dapat berlibur dengan nyaman. (*)






