Kabarbaik.co, Nganjuk – 732 calon jemaah haji asal Nganjuk menjadi kloter terakhir dari Jatim. 150 calon haji saat ini sedang dalam proses koreksi masalah paspor.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nganjuk Zainal Abidin Hanif Kamaloddin mengungkapkan bahwa satu-satunya kendala yang dihadapi adalah foto pada paspor.
“Kita menemukan bahwa sebagian foto calon jemaah tidak memenuhi standar karena terlihat kabur. Setelah diteliti, kemungkinan besar diambil menggunakan ponsel pintar, bukan kamera standar yang telah ditentukan untuk keperluan visa,” jelas Hanif, Kamis (5/2)
Sebanyak 150 calon jemaah telah menjalani proses penggantian foto, dan seluruh perbaikan data akan diselesaikan paling lambat 7 Februari 2026. Proses upload ulang data dilakukan melalui Kanwil Kemenag Jatim di Surabaya, yang menjadi pusat pengelolaan visa untuk jemaah haji Jawa Timurm
Terhadap sedikit keterlambatan dalam pengiriman data ke kanwil Surabaya, Hanif menjelaskan bahwa hal ini tidak dapat dihindari akibat kondisi yang terjadi di instansi imigrasi.
“Saat ini musim persiapan dokumen untuk berbagai keperluan luar negeri memang sangat padat. Kami memahami bahwa pihak imigrasi bekerja sebaik mungkin untuk mengantisipasi antrean yang panjang,” katanya.
Tidak Ada Calon Jemaah Reguler Mundur
Salah satu kabar baik yang menyenangkan adalah tidak ada satu pun calon jemaah haji reguler yang mengajukan pembatalan. Namun, terdapat beberapa nama dari daftar cadangan yang harus memilih untuk tidak melanjutkan karena berbagai alasan pribadi.
“Kita sangat bersyukur karena semangat para calon jemaah reguler tetap tinggi. Bagi mereka yang harus mundur dari cadangan, kami berikan dukungan penuh dan berharap mereka bisa mendapatkan kesempatan di tahun mendatang,” ucap Hanifm
Dengan sisa waktu tiga bulan sebelum keberangkatan, pihak PHU Kabupaten Nganjuk juga masih membuka peluang bagi calon jemaah dari daftar cadangan untuk naik menjadi jemaah reguler.
“Setiap perubahan jumlah akan terus diupdate sesuai dengan ketersediaan kuota,” jelasnya
Di balik proses administrasi yang sedang berjalan lancar, para calon jemaah juga telah mulai mengikuti berbagai kegiatan persiapan, mulai dari pelatihan ibadah haji, penyuluhan kesehatan, hingga pembekalan tentang budaya dan tata krama di tanah suci.
“Kita tidak hanya menyiapkan dokumen, tapi juga memastikan setiap jemaah siap secara fisik dan spiritual. Haji adalah ibadah yang berat, sehingga persiapan yang matang sangat penting,” tambah Hanif.
Dengan pembenahan masalah foto yang akan rampung dalam beberapa hari lagi, semua pihak berharap bahwa perjalanan 732 jemaah haji Nganjuk tahun ini akan berjalan dengan lancar, penuh berkah, dan menjadi pengalaman spiritual yang tak terlupakan bagi setiap individu. (*)








