KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah menyiapkan langkah antisipasi potensi kekeringan pada musim ini. Sebab, dari catatan BPBD, sebanyak 20 desa berpotensi mengalami kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyatakan, sekitar 8.372 kepala keluarga di wilayah Kabupaten Malang akan terdampak bencana tersebut. “Pemetaan pemetaan potensi kekeringan pada musim kemarau 2024 didasarkan pada bencana kekeringan tahun sebelumnya,” kata Sadono, Senin (19/8).
Menurut Sadono, BPBD Kabupaten Malang mencatat setidaknya ada 20 desa yang berpotensi mengalami kekeringan. Di antaranya, Desa Klampok, Jabung, Kemiri, Sumbermanjing Wetan, Sumberagung, Kedungbanteng, Tambaksari, Ringinsari, Argotirto, Sitiarjo, Klepu, Ringinkembar, Tambakrejo, Druju, Sumberpetung, Kalipare, Kalirejo, dan Putukrejo.
”Ada 20 desa di enam kecamatan dengan total 8.372 kepala keluarga yang terdampak,” jelas Sadono. Hingga saat ini, satu desa telah melaporkan bencana kekeringan. Yaitu Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung.
”Namun, saat kami cek ke lokasi, belum kritis. Debit air sudah mulai berkurang, tapi belum kering kritis. Jadi, belum bisa kami distribusikan air bersih,” ungkapnya.
Mengenai persiapan BPBD Kabupaten, Sadono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah antisipasi. Termasuk menyiapkan peralatan dan logistik. Baru-baru ini BPBD Kabupaten Malang menerima bantuan tandon dari BPBD Provinsi Jawa Timur untuk menghadapi musim kemarau.
Sadono menyebut, pada tahun lalu pihaknya menggunakan tandon darurat untuk menangani kekeringan. Sedangkan, pada tahun ini BPBD Kabupaten Malang kembali mendapat tandon lipat yang bisa langsung digelar ketika membutuhkan distribusi air.
“Total tandon yang dimiliki BPBD Kabupaten Malang saat ini adalah 60 unit tandon lipat berukuran 1.200 liter, 50 unit tandon bulat, dan tandon besar berukuran 5.500 liter,” pungkasnya. (*)







