KabarBaik.co – Kasus pencabulan siswa yang terjadi di asrama sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bojonegoro, Jawa Timur beberapa minggu lalu oleh gurunya sendiri, sejak kemarin sudah mulai masuk sekolah.
Pelaku merupakan guru berinisial M (23) yang kini telah ditangkap Polres Bojonegoro. Kasus pencabulan dilakukan terhadap 8 siswa laki-laki saat mereka tidur.
“Alhamdulillah saat ini para korban sudah mengikuti proses pembelajaran dengan normal. Berkat pendampingan psikiater,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdul Wahid, Rabu (27/3).
Terkait nasib sekolah korban, saat ini masih dikoordinasikan pihak kemenag Bojonegoro dengan Yayasan MI bersangkutan serta Kemenag Kanwil Jawa Timur. Namun terkait sanksi berat berupa penutupan sekolah korban, masih kecil kemungkinan terjadi.
Hal itu dikarnakan MI bersangkutan merupakan MI papan atas atau maskot MI di Bojonegoro bertaraf internasional. Maka, menurutnya lebih ideal bilamana MI itu digembeleng pembinaan secara berkelanjutan.
“Selain itu, MI bersangkutan telah meminta maaf dan sedia mengambil tanggungbjawab atas segala konsekuensinya,” imbuh Kepala Kemenag Bojojegoro.
Salah satu konsekuensi yang saat ini berlangsung, ungkap Wahid, asrama MI bersangkutan yang menjadi tempat dicabulinya delapan siswa telah ditutup sementara. Ke depan, asrama itu akan dibuka lagi setelah ada ijin resmi
Pembukaan kembali asrama itu, berdasarkan permintaan wali murid MI bersangkutan. Pihak MI bersangkutan juga berkomitmen akan memperbaiki manajemen, SDM, hingga sarana-prasarana asrama tersebut.
“Salah satunya, asrama itu akan dipasangi kamera CCTV sebanayak 25 unit di 25 titik,” pungkas Kepala Kemenag Bojonegoro.
Diberitakan sebelumnya, salah satu guru MI di Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mencabuli delapan siswanya. Dia berinisial M (23). Kini guru komputer yang tinggal di asrama MI setempat itu jadi tersangka dan ditahan polisi.
Adapun, MM mencabuli delapan anak didiknya di asrama MI setempat sejak September 2023-Januari 2024. Bentuk pencabulannya bermacam. Mulai mencium, meraba, memainkan alat vital, hingga sodomi.(*)







