KabarBaik.co, Blitar – Penangkaran Rusa Jatilengger di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, mencatat kematian delapan ekor rusa sepanjang musim liburan 2025.
Peristiwa tersebut terjadi di beberapa titik kawasan penangkaran dan memicu perhatian publik, mengingat lokasi ini merupakan destinasi wisata edukasi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Penjaga Penangkaran Rusa Jatilengger, Hermanto, mengatakan pihak pengelola bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar telah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian satwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, rusa-rusa tersebut diduga kuat mati akibat keracunan.
“Dari hasil pengecekan, rusa-rusa itu mengalami keracunan makanan. Dugaan sementara karena ada pengunjung yang memberi pakan sendiri, bukan pakan yang telah disediakan pengelola,” ujarnya, Senin (9/2).
Hermanto menjelaskan, lonjakan jumlah pengunjung saat masa liburan menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola. Dengan luas area penangkaran dan keterbatasan jumlah petugas, pengawasan terhadap aktivitas pengunjung belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Personel kami terbatas, sementara pengunjung cukup banyak,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengelola penangkaran. Ke depan, pengawasan akan diperketat, terutama pada periode liburan, guna mencegah pengunjung memberikan makanan sembarangan kepada satwa.
“Kami akan memperketat pengawasan dan terus mengingatkan pengunjung agar tidak memberi makan rusa,” tegas Hermanto.
Saat ini, populasi rusa di Penangkaran Jatilengger diperkirakan masih sekitar 100 ekor. Namun, pihak pengelola masih melakukan pendataan ulang untuk memastikan jumlah dan kondisi satwa pascakejadian tersebut.(*)






