KabarBaik.co – Ajang olahraga dirgantara bertaraf internasional bertajuk Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) Paragliding Accuracy League 2025 akan digelar di Kota Batu pada 17-20 Juli 2025. Sebanyak 81 peserta dari tiga negara dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan dunia kategori ketepatan mendarat tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menyebutkan, para peserta terdiri atas 59 atlet asal Indonesia, 21 dari Malaysia, dan 1 dari Thailand. “Persiapan sudah mencapai 80 sampai 90 persen. Kesiapan venue sudah dicek, termasuk area take off dan landing yang juga sudah kami benahi dari sisi sarana dan prasarana,” kata Onny, Kamis (10/7).
Onny menjelaskan, tujuan utama dari penyelenggaraan BISTF Paragliding adalah untuk menumbuhkan semangat sportivitas dan persahabatan antar negara melalui olahraga. Sekaligus mencetak pilot terbaik dalam ketepatan mendarat.
“Selain aspek olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya Kota Batu ke kancah internasional. Target kami adalah mendongkrak kunjungan wisatawan, terutama mancanegara,” ungkapnya.
Kejuaraan ini merupakan agenda rutin Dinas Pariwisata Kota Batu yang bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur, Persatuan Olahraga Dirgantara Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), serta International Paragliding Accuracy Championship (IPAC).
BISTF 2025 akan dilangsungkan di dua lokasi utama, yakni Gunung Banyak sebagai tempat lepas landas (take off) dan Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto sebagai lokasi pendaratan (landing).
Ada lima kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini, yaitu Overall, Team, Women, Junior, dan Festival Paralayang. Untuk kategori terakhir, peserta akan tampil dengan kostum-kostum unik dan kreatif. “Festival Paralayang ini yang paling menarik. Atlet akan tampil dengan kostum unik, baik dari budaya daerahnya maupun kostum tematik lainnya,” ujar Onny.
Menurut Onny, penyelenggaraan ajang ini juga membawa dampak positif secara ekonomi. Kehadiran atlet beserta tim, official, panitia, hingga keluarga akan memberikan kontribusi pada sektor jasa dan pariwisata lokal. “Ini peluang besar untuk menunjukkan potensi wisata, keindahan alam, hingga industri parekraf Kota Batu ke mata dunia,” tegasnya. (*)