9 Alat Berat Dikerahkan untuk Normalisasi Sungai di Sidoarjo

oleh -153 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 10 at 8.44.24 AM
Petugas mengoperasikan alat berat untuk mengambil tumpukan sampah dan lumpur (Dok Kominfo Sidoarjo)

KabarBaik.co – Upaya pencegahan banjir di Sidoarjo semakin diperkuat. Pemkab menggencarkan program normalisasi sungai di berbagai titik rawan. Sejak beberapa hari terakhir, suara alat berat terdengar nyaris tanpa jeda di sejumlah aliran sungai.

Sebanyak sembilan alat berat disiagakan dan bekerja setiap hari. Mesin-mesin itu fokus mengangkat sampah yang menyumbat aliran serta mengeruk sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan. Truk-truk pengangkut sampah pun turut dikerahkan, membawa material hasil pengerukan untuk memastikan sungai kembali berfungsi maksimal.

Petugas dari Dinas PU BMSDA dan DLHK Sidoarjo terlihat tersebar di banyak lokasi. Mereka bekerja paralel, membersihkan saluran, memotong rumput liar di bantaran, hingga melakukan pengecekan berkala untuk menjaga kelancaran aliran air.

“Semua kita gerakkan. Fokusnya satu, menormalkan sungai agar aliran air lancar dan mampu menampung debit hujan yang tinggi,” ujar Bupati Sidoarjo Subandi, Rabu (10/12).

Subandi menegaskan bahwa Sidoarjo sebagai Kota Delta yang dilalui banyak sungai, memiliki potensi banjir lebih besar dibanding wilayah lain. Ketika pendangkalan terjadi dan aliran tersumbat, genangan air cepat muncul.

“Kalau sungainya bersih dan normal, potensi banjir bisa ditekan. Genangan pun biasanya cepat surut,” tambahnya.

Normalisasi dilakukan di berbagai titik prioritas. Di Mangetan Kanal, alat berat tampak menciduk sampah dalam jumlah besar sebelum diangkut truk. Aktivitas serupa tampak di Afvour Kajartrengguli, Desa Kedung Kembar Kecamatan Prambon, di mana pekerja terus mengeruk sedimentasi.

Bosem Sekardangan juga menjadi sasaran pengerukan. Sementara di Tanjek Wagir Porong, pendangkalan sungai yang cukup tebal dibabat secara bertahap menggunakan excavator. Di Desa Wangkal Kecamatan Krembung, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai yang lama menyempit.

Selain pengerukan, pengangkatan sampah di saluran utama seperti di sekitar Desa Keboan Anom dan Keboan Sikep Kecamatan Gedangan juga terus dilakukan. Pembersihan ini menjadi bagian penting untuk memastikan air tidak kembali tersumbat.

Di akhir, Bupati Subandi mengajak seluruh masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan. Ia berharap kesadaran warga meningkat agar tidak membuang sampah sembarangan dan mau aktif dalam kerja bakti.

“Pemerintah bergerak, masyarakat juga harus ikut terlibat. Dengan gotong royong, ancaman banjir bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.