900 Rumah di Bondowoso Terendam Banjir Luapan Sungai

oleh -134 Dilihat
IMG 20260112 WA0022
Petugas BPBD Bondowoso mengevakuasi pohon tumbang di lokasi banjir. Senin (12/1/2026) dini hari (ANTARA/HO-BPBD)

KabarBaik.co – BPBD Bondowoso mencatat sebanyak sekitar 900 unit rumah warga tersebar di empat desa terdampak banjir luapan air sungai, pada Minggu (11/1) malam.

Plt Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan ratusan rumah warga terdampak banjir luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air itu, yakni Desa Cerme, Suling Kulon, Ramben Wetan, dan Desa Grujugan, Kecamatan Cerme.

“Setelah petugas BPBD melakukan asesmen dampak banjir luapan tadi malam, ada 875 rumah terdampak dan tergenang air dengan ketinggian air sekitar 25 cm, namun pagi ini sudah surut,” katanya saat dihubungi di Bondowoso, Senin (12/1).

Menurut Kristianto, sebelum banjir luapan sungai menerjang areal persawahan dan pemukiman warga di empat desa itu, pada Minggu (11/1) sore hingga malam di wilayah itu dan beberapa wilayah lainnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Pada pukul 19.00 WIB, katanya, air sungai mulai meluap dan menggenangi persawahan dan ratusan rumah warga di kecamatan perbatasan Bondowoso dan Situbondo tersebut.

“Sejauh ini tidak ada rumah warga terdampak banjir yang mengalami kerusakan. Fasilitas umum, seperti pagar sekolah ambruk dan aspal jalan terkelupas sekitar 20 meter,” kata Kristianto.

Ia menambahkan petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan unsur lainnya sejak Minggu (11/1) malam hingga Senin (12/1) dini hari bekerja, selain melakukan asesmen, juga menguras air yang masuk ke dalam sekolah.

“Tadi malam teman-teman juga menguras air banjir yang menggenangi ruang kelas salah satu madrasah ibtidaiyah, karena ketinggian air sekitar 30 cm,” tutur Kristianto. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.