KabarBaik.co – Bantengan ‘Mberot’ adalah kesenian budaya lokal yang sedang naik daun di wilayah Kabupaten Malang. Tarian tradisional yang dirangkai dalam suasana sakral itu mulai diminati anak-anak hingga remaja di setiap wilayah Malang Raya (Kota Batu-Kabupaten/Kota Malang).
Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang, Suroso mengatakan, istilah Mberot berasal dari bahasa Malangan yang menggambarkan perbuatan berontak atau marah hingga mengamuk dengan kekuatan luar biasa seperti seekor banteng yang keluar dari kandang.
“Dalam kesenian Bantengan, pemain memegang replika kepala banteng dan seringkali disebut sebagai Mberot. Meskipun istilah ini mungkin kurang tepat karena Bantengan sudah menjadi bagian dari budaya lokal sejak lama, popularitasnya tetap meningkat,” kata Suroso, Minggu (4/8).
Kesenian Bantengan, lanjut Suroso, memiliki makna sakral dan berfungsi sebagai sarana tolak bala, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian seni budaya tradisional. Bahkan, setiap penampilan dalam kesenian Bantengan khas dengan pemain mengenakan kostum hitam dan topeng berbentuk kepala banteng yang autentik.
Di wilayah Malang, ungkap Suroso, seni Bantengan dikenal dengan sebutan Bantengan Lereng. Setiap lereng memiliki karakteristik unik serta musik pengiring yang berbeda.
“Dengan popularitas yang terus meningkat, Bantengan Mberot diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai tradisi dan sejarah,” pungkasnya. (*)








