Ada Istilah ‘Mberot’ di Seni Bantengan Malang, Ini Penjelasan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang

oleh -204 Dilihat
WhatsApp Image 2024 08 04 at 12.01.42
Seni Bantengan yang sedang naik daun di Malang Raya. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Bantengan ‘Mberot’ adalah kesenian budaya lokal yang sedang naik daun di wilayah Kabupaten Malang. Tarian tradisional yang dirangkai dalam suasana sakral itu mulai diminati anak-anak hingga remaja di setiap wilayah Malang Raya (Kota Batu-Kabupaten/Kota Malang).

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang, Suroso mengatakan, istilah Mberot berasal dari bahasa Malangan yang menggambarkan perbuatan berontak atau marah hingga mengamuk dengan kekuatan luar biasa seperti seekor banteng yang keluar dari kandang.

“Dalam kesenian Bantengan, pemain memegang replika kepala banteng dan seringkali disebut sebagai Mberot. Meskipun istilah ini mungkin kurang tepat karena Bantengan sudah menjadi bagian dari budaya lokal sejak lama, popularitasnya tetap meningkat,” kata Suroso, Minggu (4/8).

Kesenian Bantengan, lanjut Suroso, memiliki makna sakral dan berfungsi sebagai sarana tolak bala, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian seni budaya tradisional. Bahkan, setiap penampilan dalam kesenian Bantengan khas dengan pemain mengenakan kostum hitam dan topeng berbentuk kepala banteng yang autentik.

Di wilayah Malang, ungkap Suroso, seni Bantengan dikenal dengan sebutan Bantengan Lereng. Setiap lereng memiliki karakteristik unik serta musik pengiring yang berbeda.

“Dengan popularitas yang terus meningkat, Bantengan Mberot diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai tradisi dan sejarah,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.