KabarBaik.co – Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Sidoarjo pada Kamis (11/12) sore hingga malam kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Sejak Jumat (12/12) pagi, genangan mulai tampak merata di berbagai titik, terutama di kawasan permukiman dan jalur utama antar kecamatan.
Salah satu lokasi dengan kondisi paling mengkhawatirkan terdapat di Jalan Sidokare. Ketinggian air di area tersebut mencapai 30–40 sentimeter sehingga membatasi mobilitas warga. Adithya, warga setempat, menuturkan bahwa banjir kali ini bukan yang pertama.
“Dalam dua bulan terakhir ini sudah tiga kali banjir. Tidak separah sebelumnya, tapi tetap mengganggu aktivitas,” ungkapnya.
Genangan di sepanjang Sidokare terbentang hampir satu kilometer, mulai perlintasan kereta hingga bundaran Gading Fajar. Kondisi serupa juga terlihat di Bluru Kidul, Gebang, Rangkah Kidul, dan Sidokumpul.
Beberapa desa di Kecamatan Tanggulangin, Porong, Candi, dan Waru pun turut mengalami banjir dengan kedalaman bervariasi.
Jalan Raya Porong yang menjadi jalur vital penghubung Sidoarjo–Pasuruan juga terkena imbas. Air sempat menggenang sejak Kamis sore hingga dini hari. Pelaksana tugas Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, mengatakan situasi mulai terkendali.
“Alhamdulillah sekitar pukul 06.30 pagi tadi air sudah turun. Dua pompa PPLS juga kami operasikan untuk percepatan pengurasan, kemarin jalan Porong sempat ditutup sementara akibat genangan air capai 80 sentimeter” jelasnya.
Dinas PUBMSDA Sidoarjo mengungkapkan bahwa penyebab banjir tidak hanya berasal dari curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi faktor pasang air laut. Kepala Dinas PUBMSDA, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa pasang laut meningkat hingga 1,2 meter, sehingga memperbesar volume air sungai.
“Kondisi ini membuat beberapa aliran sungai meluap karena tidak mampu menampung debit,” katanya.
Banjir yang berulang ini kembali menjadi perhatian warga dan pemangku kebijakan setempat, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (*)









