Amanat Cikarang

oleh -439 Dilihat
IMG 20250830 WA0028

AKHIRNYA Cikarang jadi saksi. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) punya nakhoda baru. Akhmad Munir, pria tenang dari LKBN Antara, resmi memimpin. Organisasi profesi jurnalis terbesar dan tertua.

Kemenangan itu bukan biasa. Ini kemenangan yang datang setelah perdebatan panjang. Sejak terbelah hingga di ruang sidang di BPPTIK Kementerian Komdigi, Bekasi, hari Sabtu kemarin.

​Sesuai dugaan, Kongres PWI 2025 itu menyisakan satu nama. Hendry Ch. Bangun, ketua umum hasil Kongres Bandung 2023.

​Munir, dengan suaranya yang halus dan sikapnya yang santun, datang dengan misi menyatukan PWI yang terbelah itu. Dia mewakili harapan banyak anggota yang lelah dengan konflik. Sementara Hendry, sosok petarung yang sudah malang melintang, datang dengan kepercayaan diri penuh. Dia merasa masih punya banyak pendukung sekaligus “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan.

​Sejatinya, memasuki arena Kongres Cikarang, sudah ada bisik-bisik kuat. Sebuah saran agar Hendry mau “legowo”. Mundur. Kasih jalan untuk Munir saja. “Biar elegan,” kata mereka-mereka yang membisiki. Tapi, Hendry rupanya “ngeyel”. Punya jalan pikiran sendiri. Dia memilih bertarung. Mungkin dia yakin, demokrasi harus dijalankan sampai akhir.

​Keputusan itu mungkin dipicu oleh keyakinan Hendry bahwa masih ada dukungan yang kuat dari PWI-PWI Provinsi. Namun, suara di bilik suara terbukti berkata lain. Akhmad Munir meraih 52 suara, unggul telak dari Hendry yang hanya mendapat 35 suara. Kemenangan yang tak terbantahkan. Sebuah sinyal yang jelas dari akar rumput. Mereka butuh ketenangan, bukan lagi pertikaian.

​​Sejak awal, Munir memang mengusung semangat rekonsiliasi. Ia tahu, tugasnya tidak akan mudah. Dualisme kepengurusan yang terjadi selama setahun terakhir bukan luka kecil, melainkan luka menganga. Perlu waktu, tenaga, dan kesabaran ekstra untuk menyembuhkannya.

​Saat proses pemilihan berlangsung, ketegangan terasa. Namun, begitu hasil diumumkan, suasana berubah. Sorak sorai pendukung Munir membahana. Hendry dan beberapa pendukungnya memilih keluar, sebelum pleno sidang ditutup Dewan Pers.

​Momen paling menyentuh adalah ketika Munir dan Ketua Dewan Kehormatan terpilih, Atal S. Depari, dikalungkan selendang sutera Bugis. Simbol penghormatan yang sangat dalam. Kemenangan ini bukan hanya milik mereka, tapi milik semua wartawan yang merindukan persatuan.

Kini, tugas besar menanti. Munir tidak bisa bersantai. Dia punya pekerjaan rumah yang menumpuk. Pertama, menyatukan kembali semua faksi. Berupaya merangkul yang kalah. Membangun komunikasi dengan mereka yang sempat berbeda pandangan. Ini salah satu kunci. Tanpa persatuan, PWI tidak akan bisa bergerak maju. Kalau mereka mau.

​Kedua, menguatkan eksistensi PWI di tengah disrupsi media. Munir sadar betul, industri media sedang berada di persimpangan jalan. Teknologi yang makin masif membuat model bisnis konvensional goyah. PWI harus berinovasi, beradaptasi, dan memberi nilai tambah bagi para anggotanya.

​”Kita harus membangun ekosistem media yang kuat dan sehat. Baik dari sisi konten, jurnalisme, maupun dari sisi bisnis,” kata Munir dalam sambutan kemenangannya.

​Tentu saja, kata-kata itu bukan sekadar janji. Itu adalah sebuah cetak biru. Sebuah peta jalan yang harus segera diwujudkan. Peningkatan kualitas SDM, pelatihan, uji kompetensi, dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan, semua itu harus segera dijalankan.

​Kongres di Cikarang ini adalah awal yang baik. Awal dari era baru PWI. Era di mana persatuan di atas segalanya. Era di mana jurnalisme berkualitas menjadi prioritas. Akhmad Munir kini punya panggung, dan yang terpenting, dia punya mandat yang kuat. Mandat dari wartawan di seluruh Indonesia. Mandat untuk mengembalikan marwah PWI. Dan, mari kita lihat, apakah dia bisa membawa PWI kembali ke jalur yang benar.

​Kita semua berharap begitu. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.