Anak 7 Tahun Hanyut Terbawa Arus Sungai Bedadung Jember, Hingga Kini Belum Ketemu

oleh -35 Dilihat
IMG 20241224 WA0001
Petugas saat melakukan pencarian korban di sungai Bedadung Jember. (Ist).

KabarBaik.co – Seorang anak laki-laki berumur 7 tahun dikabarkan hilang diduga hanyut terbawa arus Sungai Bedadung pada Senin (23/12) sore.

Korban berinisial MAM itu bertempat tinggal di Jalan Imam Bonjol Lingkungan Kedungpiring, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Berdasarkan informasi, korban diduga hanyut di Sungai Bedadung yang berada di belakang komplek Perumahan Vila Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Menurut tante korban, Rofiatul Jannah, keponakanya saat itu sedang bermain dengan temannya di dekat sungai sekitar pukul 13.30 WIB.

“Keponakan saya itu sudah dilarang untuk tidak main terlalu jauh. Sudah diingatkan jangan main ke mana-mana. Dia juga gak pernah main jauh sampai sungai. Apalagi anaknya bukan orang sini. Kalau main hanya di dekat rumah atau sekitaran jalan,” kata Rofi.

Ia juga mengatakan, berdasarkan cerita dari teman korban, keponakannya itu terpeleset hingga jatuh ke sungai.

“Menurut temannya seperti itu, bahkan sempat megang kayu ditarik sama kakak temannya. Maksudnya mau tolong. Tapi karena arus deras akhirnya hanyut,” ucapnya.

Dari kejadian tersebut, Rofi menambahkan, keluarganya mengaku syok. Korban adalah anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Joko, 40 tahun, dan Zuliyatin, 39 tahun, yang saat ini bekerja di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Koordinator Basarnas Pos SAR Jember, Andi Irawan mengatakan terkait proses pencarian korban, Tim Basarnas Jember melakukan proses pencarian bersama sejumlah unsur relawan, SAR OPA, Siluman Rescue, WMI, dan Bensromben Indonesia.

“Untuk proses pencarian kami turunkan dua alat rafting dibantu potensi SAR, relawan, dan basarnas. Untuk LCR, dan mobile di Jembatan MAN. Rekan-rekan turun dari sini (TKM) mencari siapa tahu korban timbul, atau di tekukan sungai. Berjarak kurang lebih 100 meter dari TKM,” jelasnya.

Andi juga mengungkapkan, pencarian akan menggunakan LCR untuk menyelam dan mencari dari permukaan menyisir sungai.

“Karena hari ini hasil nihil. Pencarian akan dilanjutkan esok hari mulai pukul 7 pagi,” katanya.

Terkait proses pencarian korban, akan dilakukan penelusuran lanjutan. Setelah pencarian hari ini ditutup pukul 17.00 WIB.

“Dengan memperluas jarak (pencarian) dari TKM sampai jembatan MAN jaraknya 1 meter, dan sampai jembatan belakang STAIN juga kurang lebih 1 Km. Total nanti kurang lebih pencarian 2 Km,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.