KabarBaik.co, Nganjuk– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau proyek pembangunan sekolah rakyat di Gondang, Nganjuk. Saat melakukan peninjauan Menteri Dody emosi dan marah.
Di hadapan para pelaksana proyek yang tertunduk diam, suara Dody meledak keras, memecah keheningan di tengah area konstruksi.
“Itu alasan bodoh! Benar-benar alasan bodoh!,” seru Menteri Dody dengan suara yang tegas dan penuh penekanan, Sabtu (11/4)
Terlihat dalam momen tersebut, Dody yang mengenakan topi hitam dan kemeja putih, menunjuk langsung ke arah para pelaksana proyek. Tatapannya tajam, seolah tak terima dengan berbagai alasan yang disampaikan pihak pelaksana mengenai keterlambatan atau kendala pekerjaan.
Di sekelilingnya, para staf dan pendamping hanya bisa menyimak dengan cermat setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.
“Pas ini kamu terima, itu sudah jadi tanggung jawabmu. Mengerti kamu?,” lanjut Dody menegaskan batas kewajiban yang harus dipikul.
Menteri Dody menegaskan bahwa sejak kontrak atau pekerjaan diterima, segala risiko dan kewajiban menjadi beban penuh yang harus ditanggung. Ia menolak mentah-mentah jika ada upaya untuk melempar tanggung jawab atau mencari kambing hitam dari kondisi lapangan.
“Nggak boleh kamu kasih alasan gitu. Pas ini kamu terima, kamu harus tahu itu. Itu tanggung jawabmu! Jangan nyalah-nyalahin bekas itu gedung,” tegasnya lagi, menolak alasan yang menyebutkan kondisi bangunan lama sebagai penghambat.
Kemarahan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur publik, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Dody ingin menegaskan bahwa profesionalisme dan komitmen adalah harga mati, dan tidak ada ruang untuk alasan yang tidak mendasar demi kepentingan masa depan anak-anak dan rakyat. (*)






