KabarBaik.co, AS- Menjelang kick-off dini hari (11/7) nanti, pukul 02.00 WIB, di SoFi Stadium, pertarungan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Belgia itu bukan sebatas laga tim favorit vs underdog. Tapi, benturan antara mesin pertahanan paling dominan dalam turnamen melawan momentum “keebangkit dari kematian” sebuah tim, sekaligus potensi perpisahan heroik generasi emas Belgia.
Spanyol belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen. Enam clean sheet berturut-turut, rekor baru Piala Dunia yang mengalahkan catatan Walter Zenga (Italia 1990). Unai Simon sudah mencatatkan ratusan menit tanpa kebobolan, didukung duet bek tengah Pau Cubarsí-Aymeric Laporte, full-back Marc Cucurella-Pedro Porro yang solid, serta Rodri sebagai benteng tengah yang nyaris tak tertembus.
Lawan mereka? Belgia yang lolos dari jurang di babak 16 besar lewat comeback epik vs Senegal, kemudian menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1. Tapi cedera ACL Amadou Onana membuat lini tengah mereka kehilangan anchor utama, memaksa Rudi Garcia mengandalkan Youri Tielemans dan Nicolas Raskin untuk menahan gelombang La Roja.
Revans 1986 yang Terulang di Tanah Amerika
Pertemuan Spanyol vs Belgia sarat sejarah. Terakhir kali keduanya bertemu di perempat final Piala Dunia adalah 1986 di Meksiko. Belgia menang adu penalti 5-4 setelah 1-1. Kini, di tanah Amerika Utara lagi, Spanyol yang belum terkalahkan melawan Belgia sejak saat itu (9 kemenangan, 2 imbang dalam 11 laga terakhir) berpeluang membalas.
Bagi Belgia, duel ini bisa jadi last dance untuk Kevin De Bruyne, 34. Demikian juga Thibaut Courtois dan Romelu Lukaku. Deretan skuad generasi emas yang pernah finis ketiga di Rusia 2018 itu sedang mengejar semifinal pertama sejak saat itu, sambil membuktikan mereka bukan “underachiever” abadi. Lukaku sudah mencetak gol penting sebagai supersub, sementara Charles De Ketelaere dan Jeremy Doku siap meledak di transisi.
Duel Kunci yang Bisa Tentukan Laga
Dalam laga ini, setidaknya terjadi adu para bintang di masing-masing lini. Rodri vs De Bruyne, menjadi pertarungan penguasa lini tengah. Rodri memberi Spanyol kestabilan untuk mendominasi possession, sementara De Bruyne adalah harapan utama Belgia menciptakan momen ajaib dari half-space.
Selain itu, benturan Lamine Yamal vs sisi kiri Belgia yang mungkin ditempati Maxim De Cuyper. Yamal belum sepenuhnya meledak pasca-cedera, tapi kecepatan dan dribbling-nya bisa mengeksploitasi celah di pertahanan Belgia yang sering terbuka lebar. Dan, ancaman Mikel Oyarzabal yang sudah mencetak 4 gol menjadi penyerang yang efisien sekaligus ancaman utama di kotak penalti.
Luis de la Fuente punya kedalaman skuad luar biasa. Banyak pencetak gol berbeda. Sementara Belgia lebih mengandalkan pengalaman dan counter-attack cepat. Spanyol favorit jelas, tapi Piala Dunia sering memberi kejutan di babak gugur.
Prediksi? Spanyol lolos dengan pertahanan mereka yang “tak manusiawi”. Namun, Belgia memiliki cukup kualitas untuk membuat laga ini jauh lebih ketat dari yang dibayangkan banyak orang. Satu kesalahan di transisi a tau satu momen brilian De Bruyne bisa mengubah segalanya.
Pada akhirnya, malam ini waktu setempat di LA, sejarah bisa terulang atau justru ditulis ulang. Siapa yang akan melangkah ke semifinal? Yang jelas, Prancis sudah ”berkacak-pinggang” menunggu tantangan sang pemenang. (*)
Prediksi Starting XI:
Spanyol (4-2-3-1/4-3-3)
- Penjaga gawang: Unai Simón
- Bek: Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, Marc Cucurella
- Tengah: Rodri, Pedri (atau Dani Olmo)
- Depan: Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Álex Baena (Dani Olmo sering dipasang di tengah serangan)
Formasi paling sering disebut: Simon; Porro, Cubarsí, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri; Yamal, Olmo/Baena, Baena/Olmo; Oyarzabal
.
Belgia (4-2-3-1)
- Penjaga gawan: Thibaut Courtoi
- Bek: Timothy Castagne, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Maxim De Cuyper
- Tengah: Youri Tielemans, Hans Vanaken (atau Nicolas Raskin)
- Depan: Jeremy Doku / Dodi Lukébakio, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Charles De Ketelaere (false 9)
Formasi paling sering disebut: Courtois; Castagne, Mechele, Ngoy, De Cuyper; Tielemans, Vanaken/Raskin; Trossard, De Bruyne, Doku; De Ketelaere
Catatan: Romelu Lukaku kemungkinan besar mulai dari bangku cadangan seperti saat melawan AS. Sedangkan Amadou Onana absen karena cedera ACL






