Don’t Cry Argentina! Comeback Gila Usai Tertinggal 0-2 dari Mesir, Tim Messi Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

oleh -216 Dilihat
MESSI NANGIS

KabarBaik.co, AS- Keperkasaan sebagai juara bertahan nyaris runtuh dalam waktu kurang dari 15 menit. Namun, ketika berada di ambang tersingkir, Argentina memperlihatkan wajah kuat yang sesungguhnya. Ajaib! La Albiceleste mencetak tiga gol hanya dalam waktu 11 menit terakhir untuk membalikkan keadaan dan menumbangkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) malam WIB.

Andai saja comeback Argentina itu tidak terjadi, maka dipastikan Lionel Messi akan benar-benar menangis sedih, bukan tangisan haru setelah menang. Dan, jika tersingkir, ia pun menyusul seteru abadinya, Cristiano Ronaldo, yang di laga sebelumnya harus takluk melawan Spanyol dengan skor tipi 1-0. Sebiji gol itupun tercipta di masa injury time.

Kemenangan dramatis Messi dan kawan-kawan itu memastikan Argentina melangkah ke perempat final setelah sempat tertinggal dua gol dari Mesir.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini menunggu pemenang laga Swiss kontra Kolombia untuk memperebutkan tiket semifinal. Kemenangan Argentina itu menjadi salah satu comeback yang dramatis sepanjang Piala Dunia 2026.

Sejak awal, Mesir tampil mengejutkan. Yasser Ibrahim membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Marwan Attia.

Argentina sebenarnya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan empat menit kemudian setelah memperoleh hadiah penalti. Namun Lionel Messi gagal menjalankan tugasnya dengan baik setelah tendangannya mampu dibaca kiper Mostafa Shoubir, yang tampil gemilang sepanjang pertandingan.

Kegagalan tersebut membuat Messi menjadi pemain pertama yang tercatat gagal mengeksekusi dua penalti di satu edisi Piala Dunia.

Shoubir terus menjadi mimpi buruk lini depan Argentina. Dia menggagalkan peluang emas Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez, sementara tendangan bebas Messi juga hanya membentur tiang gawang.

Drama berlanjut pada babak kedua. Mesir sempat mencetak gol kedua pada menit ke-62 melalui Mostafa Zico, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena pelanggaran Marwan Attia dalam proses serangan.

Lima menit kemudian, Zico akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan Mesir. Berawal dari serangan balik cepat yang melibatkan Mohamed Salah dan Haissem Hassan, Zico menyelesaikan umpan tarik dari sisi kanan untuk membawa Mesir unggul 2-0.

Saat kejutan besar tampak di depan mata, Argentina bangkit. Cristian Romero membuka asa lewat sundulan pada menit ke-79 setelah menyambut umpan Messi. Empat menit berselang, sang kapten menebus kegagalan penaltinya dengan melepaskan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 2-2.

Tambahan gol itupun mencatatkan nama Messi sebagai top skor sementara dengan delapan gol. Di bawahnya membayangi Kylian Mbappe  (Prancis) dan Erling Haaland (Norwegia) dengan masing-maisng tujuh gol.

Dan, momentum sepenuhnya berpihak kepada Argentina. Memasuki masa injury time, Lautaro Martinez mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang disambut Enzo Fernandez melalui sundulan akurat untuk memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi juara bertahan.

Peluit panjang disambut tangis haru Messi dan Lionel Scaloni. Keduanya tak mampu menyembunyikan emosi setelah Argentina lolos dari ancaman salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, kubu Mesir meninggalkan lapangan dengan kekecewaan mendalam. Pelatih Hossam Hassan melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan. Termasuk gol yang dianulir VAR serta insiden sebelum gol kemenangan Argentina.

Meski tampil luar biasa dan nyaris menciptakan sejarah, langkah Mesir harus terhenti. Sebaliknya, Argentina kembali membuktikan mengapa mereka masih menjadi kandidat kuat mempertahankan mahkota juara dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.