KabarBaik.co, AS – Gemuruh Seattle Stadium akan menjadi saksi besar. Apakah mimpi Amerika Serikat (AS) di Piala Dunia 2026 kali masih tetap menyala atau harus padam lebih cepat. Selasa pagi (7/7) pukul 07.00 WIB, tuan rumah akan duel menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Sebuah laga yang bukan hanya mempertaruhkan tiket menuju perempat final, melainkan juga harga diri sepak bola Amerika di panggung dunia.
Setelah Kanada dan Meksiko harus tumbang di babak 16 besar, AS kini menjadi satu-satunya negara tuan rumah yang tersisa. Beban itu bisa jadi energi tambahan bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino. Mereka bukan sekadar bermain untuk lolos, tetapi membawa harapan jutaan pendukung yang ingin melihat sepak bola Negeri Paman Sam membuat sejarah di rumah sendiri.
Sejarah memang belum terlalu panjang. Pencapaian terbaik AS di Piala Dunia adalah ketika menembus semifinal pada edisi perdana 1930, sementara era modern terbaik datang pada 2002 saat Landon Donovan dan kawan-kawan melaju hingga perempat final. Sejak itu, langkah AS kerap terhenti di fase gugur. Kini, kesempatan kembali membuka pintu delapan besar datang di hadapan publik sendiri.
Namun Belgia bukan lawan yang datang untuk sekadar menjadi pelengkap cerita tuan rumah.
Memang, AS di Piala Dunia 2026 kali lini tampil dengan wajah berbeda. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan semangat dan fisik, tetapi memiliki pemain yang berkembang di kompetisi elite Eropa.
Di lini depan, Christian Pulisic tetap menjadi simbol utama kebangkitan sepak bola Amerika. Pemain yang pernah memperkuat Chelsea FC dan kini menjadi motor serangan di level klub Eropa itu membawa pengalaman, kreativitas, serta mental menghadapi pertandingan besar.
Di belakangnya ada Folarin Balogun, penyerang kelahiran New York yang memilih membela Amerika Serikat setelah sebelumnya berada dalam sistem sepak bola Inggris.
Balogun menjadi salah satu cerita terbesar USMNT di turnamen ini setelah mencetak tiga gol dan kembali dipercaya sebagai starter menghadapi Belgia setelah hukuman kartu merahnya ditangguhkan.
Kekuatan Amerika bukan hanya pada dua nama itu. Lini tengah mereka memiliki kombinasi energi dan pengalaman melalui Weston McKennie serta Tyler Adams. McKennie membawa agresivitas, kemampuan duel, dan pengalaman bermain di laga besar Eropa, sementara Adams menjadi pengatur keseimbangan permainan.
Di sektor sayap dan pertahanan, muncul wajah muda seperti Alex Freeman yang memberikan dimensi baru melalui kecepatan dan keberanian menyerang. Sementara itu, duet bek Chris Richards dan kapten Tim Ream menghadirkan perpaduan antara tenaga muda dan ketenangan seorang veteran.
Mauricio Pochettino mempercayai formula yang sama seperti kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina. Starting XI yang sama kembali dimainkan, sebuah keputusan yang menunjukkan kepercayaan besar terhadap chemistry skuadnya.
Peluang Kejutan Sang Tuan Rumah
Secara pengalaman internasional, Belgia masih memiliki nama besar. Mereka pernah menjadi salah satu kekuatan utama Eropa dengan generasi emas yang dihuni pemain seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku.
Tetapi situasi kali ini berbeda. Belgia datang dengan fase transisi generasi, sementara AS sedang berada dalam momentum kepercayaan diri tinggi. Keputusan Belgia mencadangkan beberapa pemain bintang seperti De Bruyne, Lukaku, dan Jeremy Doku sejak awal pertandingan juga membuka ruang bagi AS untuk menyerang lebih agresif.
Kunci pertandingan kemungkinan berada pada kemampuan Amerika mengendalikan tempo. Jika mampu memenangkan duel lini tengah dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap, mereka punya peluang besar membuat kejutan.
Namun, Belgia tetap memiliki ancaman besar. Courtois adalah salah satu penjaga gawang terbaik dunia, sedangkan pengalaman pemain Belgia dalam pertandingan tekanan tinggi bisa menjadi pembeda ketika laga memasuki menit-menit akhir.
AS memiliki modal penting. Bermain di kandang, dukungan suporter, skuad muda yang lapar prestasi, dan seorang bintang seperti Pulisic yang memahami tekanan laga besar. Belgia memiliki pengalaman, tetapi Amerika memiliki momentum.
Prediksi skor, Amerika Serikat 2-1 Belgia. Jika prediksi itu terjadi, kemenangan tersebut akan menjadi salah satu malam paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola Amerika. Malam waktu setempat ketika sang tuan rumah tidak hanya bertahan di turnamen, tetapi mulai benar-benar menantang hierarki sepak bola dunia.
Starting XI Amerika Serikat vs Belgia
Amerika Serikat: Matt Freese; Sergiño Dest, Chris Richards, Tim Ream (kapten), Antonee Robinson; Alex Freeman, Tyler Adams, Weston McKennie, Malik Tillman; Christian Pulisic, Folarin Balogun.
Belgia: Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper, Nathan Ngoy; Nicolas Raskin, Amadou Onana, Youri Tielemans; Charles De Ketelaere, Leandro Trossard, Dodi Lukebakio.






