KabarBaik.co, Surabaya- Persebaya Surabaya mengirimkan sinyal cukup kuat kepada para rival jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Dalam Media Day di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (8/7), Green Force memperkenalkan sejumlah wajah baru tim untuk memburu prestasi musim mendatang. Salah seorang di antaranya adalah Alex Martins, top skor Super League 2024/2025.
Total 32 pemain diperkenalkan kepada publik. Mereka terdiri atas delapan pemain asing dan 24 pemain lokal. Rata-rata usia pemain 24,5 tahun. Dari komposisi tersebut, empat pemain merupakan lulusan Elite Pro Academy (EPA) yang mendapat kesempatan mengikuti persiapan bersama tim senior.
Di antara sorotan utama tentu tertuju kepada Alex Martins. Striker asal Brasil berusia 33 tahun itu menjadi rekrutan cukup impresif setelah tampil sebagai top skor Liga 1 2024/2025 dengan koleksi 26 gol saat bersama Dewa United. Selain itu, pemain bertinggi badan 187 sentimeter itu juga berpengalamannya bersama Bhayangkara FC. Kehadirannya bersama Bajol Ijo tentu diharapkan menjadi andalan di sisi serang.
Selain Alex Martins, Persebaya juga memperkenalkan tiga legiun asing anyar lainnya, yakni gelandang asal Portugal Diogo Ramalho, mantan bek Timnas RD Kongo Yann Mabella, serta penyerang asal Portugal Miguel Angelo Marques Pinto Pereira.
Diogo Ramalho direkrut dari klub Rumania FCV Farul Constanța setelah mencatatkan 29 penampilan pada musim lalu. Sementara Yann Mabella datang dari Terengganu FC, Malaysia, dengan modal pengalaman tujuh kali memperkuat Tim Nasional Kongo. Adapun Miguel Pereira didatangkan dari klub divisi kedua Portugal, Lusitania FC Lourosa.
Sebelumnya, Persebaya juga telah mengamankan mantan bek Timnas Tanjung Verde, Yuran Fernandes, yang musim lalu bergabung dengan PSM Makassar. Kehadiran para pemain baru tersebut melengkapi perombakan skuad yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan daya saing musim ini.
Direktur Persebaya Candra Wahyudi mengatakan Media Day bukan sekadar ajang perkenalan pemain, tetapi juga bentuk keterbukaan klub kepada media, suporter, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola. “Media memiliki peran penting dalam membangun ekosistem sepak bola Indonesia. Karena itu kami ingin memberikan akses yang lebih luas agar publik bisa melihat langsung bagaimana kesiapan tim menyambut musim baru,” ujar Candra.
Menurutnya, seluruh proses pembentukan skuad dilakukan berdasarkan kebutuhan tim, filosofi pelatih, serta didukung analisis performa pemain dan evaluasi tim medis.
Tak hanya membangun kekuatan skuad, Persebaya juga memperkuat aspek sports science sebagai fondasi peningkatan performa. Klub telah menggunakan perangkat pengukuran fisik berbasis teknologi VALD Performance dan menjalin kerja sama dengan Mayapada Hospital untuk mendukung pemantauan kesehatan, pencegahan cedera, hingga proses pemulihan pemain.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Andre Botelho de Carvalho, menilai sepak bola modern tidak lagi hanya bergantung pada kualitas individu pemain. “Sepak bola modern tidak hanya ditentukan kualitas pemain, tetapi juga kualitas sistem yang mendukung mereka. Karena itu kami memulai persiapan fisik lebih awal dan terus memperkuat sports science,” katanya.
Candra menegaskan target Persebaya tetap tidak berubah, yakni bersaing di papan atas dan meraih prestasi terbaik pada musim 2026/2027.”Target Persebaya selalu sama, yaitu membawa klub berada di level tertinggi dan bersaing meraih prestasi terbaik. Namun yang paling penting adalah membangun tim yang konsisten sejak awal hingga akhir musim,” ujarnya.
Sebelum Super League dimulai pada awal September, Persebaya akan menguji kesiapan tim melalui Piala Presiden 2026, sejumlah laga uji coba, termasuk Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang pada 19 Juli di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pada musim 2025/2026, Green Force menempati peringkat keempat klasemen dengan 58 poin, di bawah Persib Bandung (79 poin), Borneo FC Samarinda (79 poin), dan Persija Jakarta (71 poin). Di musim depan, para fans atau suporter berharapa agar Persebaya bisa juara. Sebab, bersamaan dengan momentum ulang tahun ke-100 atau satu abadnya. Sejak kembali naik kasta ke liga 1 pada 2017 silam setelah degradasi ke Liga 2, praktis Persebaya belum pernah juara. (*)
Skuad Sementara Persebaya per 8 Juli 2026
Penjaga Gawang (GK)
- Ernando Ari
- Reza Arya
- Adre Arido
- Ilham Al-Arif
- Kenzo Albar
Belakang
- Risto Mitrevski
- Yuran Fernandes
- Sheva Kardanu
- Syahrul Lasinari
- Arif Catur Pamungkas
- Koko Ari
- Randy May
- Jefferson Silva
- Yusuf Meilana
- Mikael Tata
Tengah
- Diogo Ramalho
- Francisco Rivera
- Dicky Kurniawan
- Rachmat Irianto
- Ricky Pratama
- Ilham Akbar
- Toni Firmansyah
- Sadida Nugraha
- Aleandro Alan
- Moch. Ichas
Depan
- Alex Martins
- Ramadhan Sananta
- Yann Mabella
- Miguel Angelo
- Dimas Wicaksono
- Malik Risaldi
- Alfan Suaib






