KabarBaik.co, Jakarta- Tidak banyak tim yang melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan tekanan besar. Nah, satu di antara tim itu tentu Argentina. Sebagai juara bertahan, La Albiceleste bukan hanya dituntut tampil baik, tetapi juga harus membuktikan bahwa keberhasilan di Qatar 2022 bukan sekadar puncak dari satu generasi super.
Menjelang laga, skuad racikan Lionel Scaloni masih tetap dipenuhi nama-nama yang membawa Argentina menjadi juara dunia. Namun, kali ini situasinya berbeda. Lionel Messi akan menjalani turnamen yang kemungkinan besar menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya, sementara generasi baru seperti Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Julián Álvarez, hingga Nico Paz mulai mengambil peran yang semakin besar.
Karena itu, Piala Dunia 2026 mulai dipandang sebagai masa transisi sekaligus kesempatan langka bagi Argentina. Mungkinkah mereka mencetak sejarah baru sebagai negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil pada 1962?
Lionel Messi Masih Jadi Jantung
Messi sudah berusia 39 tahun. Tapi, dia tetap menjadi pusat perhatian Argentina. Kapten Inter Miami itu dipastikan masuk skuad resmi Lionel Scaloni dan akan tampil di Piala Dunia keenamnya, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pemain lain dalam sejarah sepak bola putra.
Namun berbeda dengan palagan Qatar 2022, kali ini Argentina tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Messi. Dalam beberapa tahun terakhir, Scaloni perlahan membangun tim yang lebih seimbang. Sang pelatih memberi ruang menit bermain yang besar kepada generasi baru.
Baca Juga: Jadwal Lengkap dan Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Julián Álvarez berkembang menjadi penyerang utama yang lebih matang, sementara Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister kini dianggap sebagai motor permainan Argentina di lini tengah. Kehadiran pemain muda seperti Nico Paz dan Giuliano Simeone juga memberi energi baru dalam skuad.
Meski demikian, banyak pengamat tetap percaya bahwa pengaruh Messi masih sangat besar. Terutama dalam pertandingan-pertandingan penting. Pengalaman, visi bermain, dan kemampuannya membaca situasi laga membuat Argentina masih melihat sang kapten sebagai pembeda utama ketika menghadapi tekanan besar. Karena itu, kondisi fisik Messi menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan menjelang turnamen.
Salah satu perubahan terbesar dalam skuad Argentina saat ini adalah semakin dominannya generasi pemain yang berkembang setelah Piala Dunia 2022. Jika dulu perhatian banyak tertuju kepada Messi, Ángel Di María, atau Nicolás Otamendi, kini sorotan mulai bergeser kepada Enzo Fernandez, Mac Allister, Julian Álvarez, hingga Lautaro Martínez.
Enzo dianggap sebagai pemimpin baru lini tengah Argentina. Gelandang Chelsea itu dinilai memiliki kemampuan mengatur ritme permainan sekaligus membantu transisi menyerang dan bertahan. Di sisi lain, Mac Allister semakin matang setelah menjadi bagian penting Liverpool. Kombinasi keduanya membuat Argentina tetap memiliki salah satu lini tengah paling seimbang di dunia.
Di lini depan, Julian Álvarez diprediksi menjadi sosok yang semakin penting. Penyerang Atlético Madrid itu dianggap memiliki karakter yang sangat cocok untuk sepak bola modern karena mampu menekan lawan, bergerak tanpa bola, dan tetap produktif di depan gawang.
Kehadiran pemain-pemain muda tersebut membuat banyak pihak percaya Argentina tidak lagi hanya bergantung pada Messi untuk memenangkan pertandingan.
Lini Belakang Jadi Kekhawatiran Terbesar
Meski tetap dianggap sebagai salah satu favorit juara, Argentina tidak sepenuhnya bebas dari kritik. Media setempat menyebut, salah satu perhatian terbesar adalah kondisi lini belakang yang mulai menua. Nicolás Otamendi masih menjadi bagian penting skuad, tetapi faktor usia membuat sebagian pengamat mempertanyakan apakah pertahanan Argentina masih cukup kuat menghadapi tim-tim dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, kondisi kebugaran Lisandro Martínez juga terus mendapat perhatian setelah beberapa kali mengalami masalah cedera dalam dua musim terakhir. Jika Lisandro tidak berada dalam kondisi terbaik, Argentina dinilai bisa kehilangan salah satu bek paling penting dalam sistem permainan Scaloni.
Kekhawatiran lain muncul karena Ángel Di María sudah tidak lagi menjadi bagian utama tim nasional. Selama bertahun-tahun, Di María menjadi sosok penting yang sering muncul dalam momen besar Argentina. Kini, Scaloni harus memastikan generasi baru mampu mengisi kekosongan tersebut.
Meski demikian, keberadaan Cristian Romero, Emiliano Martínez, hingga Rodrigo De Paul membuat Argentina tetap memiliki tulang punggung yang berpengalaman dalam pertandingan besar.
Peluang Mudah di Grup
Di fase grup, Argentina tergabung di Grup J bersama timnas Aljazair, Austria, dan Yordania. Di atas kertas, Argentina tetap menjadi unggulan utama untuk finis sebagai juara grup. Status sebagai juara bertahan dan kualitas skuad yang dimiliki membuat La Albiceleste diperkirakan mampu mengontrol persaingan di Grup J.
Namun grup ini tetap dianggap memiliki tantangan tersendiri. Austria dipandang sebagai lawan paling berbahaya bagi Argentina. Tim asuhan Ralf Rangnick dikenal memiliki pressing agresif, tempo permainan tinggi, dan transisi cepat yang bisa merepotkan siapa pun. Banyak analisis bahkan menyebut laga Argentina melawan Austria berpotensi menjadi penentu juara grup.
Sementara itu, Aljazair dinilai sebagai tim yang memiliki kualitas teknis cukup baik dan pengalaman menghadapi negara-negara besar. Dengan pemain-pemain berpengalaman serta organisasi permainan yang disiplin, Aljazair dianggap mampu menjadi ancaman jika Argentina tampil kurang maksimal.
Di sisi lain, Yordania datang sebagai tim yang paling tidak diunggulkan dalam grup ini. Namun status underdog justru membuat mereka berpotensi bermain tanpa tekanan dan memberi kejutan.
Secara keseluruhan, mayoritas prediksi tetap menempatkan Argentina sebagai favorit kuat untuk lolos ke fase gugur. Tantangan sebenarnya diperkirakan baru akan datang ketika memasuki babak knockout, saat tekanan sebagai juara bertahan mulai semakin besar.
Susunan Pemain di Piala Dunia 2026
Penjaga Gawang
Emiliano Martínez (Aston Villa), Gerónimo Rulli (Olympique Marseille), Juan Musso (Atlético Madrid).
Bek
Leonardo Balerdi (Olympique Marseille), Nicolás Tagliafico (Olympique Lyon), Gonzalo Montiel (River Plate), Lisandro Martínez (Manchester United), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Nicolás Otamendi (Benfica), Facundo Medina (Olympique Marseille), Nahuel Molina (Atlético Madrid).
Gelandang
Leandro Paredes (Boca Juniors), Rodrigo De Paul (Inter Miami), Valentín Barco (Racing Strasbourg), Giovani Lo Celso (Real Betis), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernández (Chelsea).
Penyerang
Julián Álvarez (Atlético Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Nico González (Atlético Madrid), Thiago Almada (Atlético Madrid), Giuliano Simeone (Atlético Madrid), Nico Paz (Como), José Manuel López (Palmeiras), Lautaro Martínez (Inter Milan)






