KabarBaik.co, China – Timnas Voli Putra Indonesia U-18 akhirnya menutup fase penyisihan grup AVC Boys U-18 Championship 2026 dengan senyum tipis. Setelah dua kekalahan yang mengubur mimpi menembus target empat besar, Garuda Muda melampiaskan kekecewaan dengan membungkam Hong Kong tiga set langsung.
Namun, kemenangan tersebut memang tak mengubah nasib Indonesia di turnamen level Asia. Kendati demikian, setidaknya hasil itu menjadi pelipur lara sekaligus modal untuk menatap laga penentuan perebutan peringkat kesembilan hingga enam belas.
Indonesia menang meyakinkan 3-0 dengan skor 25-16, 25-14, dan 25-20 pada laga terakhir Pool A yang berlangsung di Haikou, China, Selasa (14/7) sore WIB. Di antara beberapa pemain yang cukup menonjol dalam laga kali ini adalah Bayu Pamungkas dan Zulfikar Baharudin.
Berbeda dengan dua pertandingan sebelumnya, permainan Indonesia kali ini terlihat jauh lebih lepas. Rizqi Maulana dan kawan-kawan tampil agresif sejak awal pertandingan, relatif minim melakukan kesalahan sendiri, dan mampu mengendalikan jalannya laga. Hong Kong kesulitan mengembangkan permainan karena terus berada di bawah tekanan serangan Garuda Muda.
Dominasi Indonesia terlihat sejak set pertama. Variasi serangan yang lebih rapi membuat Hong Kong tak mampu mengejar ketertinggalan. Kondisi serupa berlanjut pada set kedua dan ketiga hingga Indonesia menutup pertandingan hanya dalam tiga set.
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia finis di peringkat ketiga Pool A, di bawah tuan rumah China dan Taiwan yang sama-sama bakal melaju ke babak perempat final. Garuda Muda pun terhindar dari posisi juru kunci grup, walaupun gagal memenuhi target Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) untuk menembus empat besar.
Perjalanan Indonesia di AVC Boys U-18 Championship 2026 belum berakhir. Garuda Muda masih akan menjalani satu pertandingan lagi, yang kemungkinan menghadapi Kazakhstan untuk memperebutkan kualifikasi kesembilan dan seterusnya.
Meski masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif, pencapaian Timnas Voli Putra U-18 tetap berada di bawah ekspektasi. Hasil tersebut masih belum mampu menyamai prestasi Timnas Voli Putri Indonesia U-18 yang sebelumnya berhasil mengakhiri kejuaraan di peringkat ketujuh.
Penampilan yang lebih lepas saat menghadapi Hong Kong juga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan Indonesia sepanjang turnamen. Saat menghadapi China dan terutama Taiwan, Garuda Muda kerap kehilangan momentum pada poin-poin krusial. Sebaliknya, melawan Hong Kong para pemain mampu tampil lebih tenang dan percaya diri sekaligus enjoy.
Perbedaan performa itu mesti menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh setelah turnamen usai. Salah satu aspek yang kembali menjadi sorotan adalah sektor kepelatihan. Kehadiran pelatih dengan pengalaman dan kompetensi yang lebih kuat dinilai penting untuk meningkatkan kualitas taktik, menjaga stabilitas mental bertanding, serta memaksimalkan potensi para pemain muda ketika menghadapi lawan-lawan dengan level yang lebih tinggi di pentas Asia.
Kini, fokus Indonesia tertuju pada laga terakhir menghadapi tim selanjutnya. Kemenangan akan menjadi penutup yang layak sekaligus memastikan Garuda Muda mengakhiri AVC Boys U-18 Championship 2026 di peringkat kesembilan dan seterusnya. (*)






