Brace Bellingham Singkirkan Norwegia, Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026

oleh -90 Dilihat
NORWEY ENGLAND2
Jude Bellingham, pencetak gol pertama Inggris saat melawan Norwegia.

KabarBaik.co, AS- Inggris harus bekerja hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya memastikan satu tiket ke semifinal Piala Dunia 2026. Setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit, Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan kemenangan dengan mencetak brace.

Gol kedua Bellingham pada tiga menit babak tambahan waktu pertama, membawa The Three Lions menaklukkan Norwegia 2-1 di Miami Stadium, Minggu (12/7) pagi WIB.

Gol-gol dramatis tersebut sekaligus mengakhiri perlawanan heroik Norwegia yang nyaris mempermalukan Inggris. Dan, kemenangan ini menjaga harapan pasukan Thomas Tuchel mengakhiri penantian panjang menjadi juara dunia sejak kali terakhir mengangkat trofi pada 1966.

Norwegia Mengejutkan di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif menyerang. Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki Harry Kane dan kawan-kawan.  Tetapi rapatnya pertahanan Norwegia membuat The Three Lions kesulitan menciptakan peluang bersih.

Justru Norwegia yang mampu memanfaatkan kesempatan dengan lebih efektif. Pada menit ke-36, Andreas Schjelderup membawa tim Skandinavia unggul lebih dulu. Gol berawal dari skema serangan balik cepat yang membelah pertahanan Inggris. Menerima umpan di sisi kiri kotak penalti, Schjelderup melepaskan tembakan mendatar yang membentur tiang kanan gawang Jordan Pickford sebelum memantul masuk.

Gol tersebut sempat membuat Inggris berada di bawah tekanan. Bahkan, Norwegia hampir menambah keunggulan melalui beberapa serangan cepat yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Odegaard.

Terus menekan hingga akhir babak pertama, Inggris akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time. Jude Bellingham menyambut umpan tarik Anthony Gordon di depan gawang Ørjan Nyland untuk mengubah skor menjadi 1-1. Gol itu menjadi penyelamat Inggris sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim sebelum turun minum.

Hingga babak pertama usai, Inggris memang tampil dominan dengan menguasai bola mencapai 65 persen, sedangkan Norwegia hanya 35 persen. The Three Lions juga mencatat 358 operan dengan akurasi 95 persen, jauh di atas Norwegia yang hanya menghasilkan 176 operan dengan akurasi 85 persen.

Namun, Norwegia tampil lebih efektif. Mereka melepaskan lima tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Inggris hanya mampu menghasilkan empat tembakan dengan dua mengarah ke gawang. Inggris juga tiga kali terjebak offside, termasuk saat gol Kane dianulir.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Norwegia tidak hanya bertahan, tetapi juga berani meladeni permainan terbuka Inggris. Tim asuhan Stale Solbakken bahkan sempat kembali mencetak gol melalui Torbjørn Heggem. Namun, setelah ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Di sisi lain, Jordan Pickford juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas Haaland dan rekan-rekannya.

Sementara Inggris terus menekan lewat kombinasi Harry Kane, Anthony Gordon, Bukayo Saka, dan Bellingham. Namun hingga waktu normal 90+7 menit berakhir, kedua tim tetap bermain imbang 1-1 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-93, atau tiga menit babak tambahan waktu pertama. Bellingham kembali muncul di saat paling dibutuhkan. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Norwegia, gelandang Real Madrid itu melepaskan penyelesaian akhir daro bola muntah yang tak mampu dihentikan Ørjan Nyland.

Gol tersebut menjadi gol kedua Bellingham dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Inggris.

Statistik pertandingan menunjukkan Inggris memang lebih menguasai jalannya laga. The Three Lions setidaknya membukukan 56 persen penguasaan bola, sedangkan Norwegia mencatat 44 persen.  Inggris juga mencatat lebihd ari 572 operan dengan tingkat akurasi 93 persen, sementara Norwegia menghasilkan sekitar 457 operan dengan akurasi 86 persen.

Dari sisi peluang, pertandingan berlangsung sangat berimbang. Inggris melepaskan sekitar 11 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Norwegia hanya kalah tipis dengan 10 tembakan dan lima mengarah ke gawang.

Bayang-bayang Sejarah yang Nyaris Terulang

Pertemuan kali ini bukan sekadar duel memperebutkan tiket semifinal. Lebih dari empat dekade lalu, tepatnya pada Kualifikasi Piala Dunia 1982 di Oslo, Norwegia pernah menciptakan salah satu kejutan terbesar dengan mengalahkan Inggris 2-1.

Seusai laga itu, komentator radio Norwegia Bjørge Lillelien melontarkan kalimat yang kemudian menjadi legenda: “Maggie Thatcher, your boys took a hell of a beating!”

Ucapan tersebut ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Thatcher, sebagai simbol kemenangan sensasional Norwegia atas salah satu raksasa sepak bola dunia.

Empat puluh tahun kemudian, sejarah hampir kembali berpihak kepada Norwegia. Kini mereka bukan lagi tim kecil. Dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard, Norwegia sukses menembus delapan besar Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar.

Ironisnya, perkembangan sepak bola Norwegia justru banyak dipengaruhi Inggris. Banyak pemainnya berkembang di Premier League, sementara sistem pembinaannya mengadopsi banyak metode sepak bola Inggris. Sang “murid” kini benar-benar mampu berdiri sejajar dengan “gurunya”.

Jika sebelum pertandingan perhatian tertuju pada duel Harry Kane melawan Erling Haaland, justru Jude Bellingham yang menjadi tokoh utama laga.

Gelandang berusia 23 tahun itu mencetak dua gol krusial, masing-masing pada injury time babak pertama dan menit ke-93 pada babak tambahan waktu pertama. Penampilannya kembali menegaskan statusnya sebagai motor permainan sekaligus pemain paling menentukan bagi Inggris di Piala Dunia 2026.

Pada akhirnya, Inggris melangkah kembali ke semifinal berkat kualitas individu, kedalaman skuad, dan mental juara. Di sisi lain, Norwegia boleh pulang dengan kepala tegak setelah menunjukkan bahwa mereka kini bukan lagi sekadar tim kejutan, melainkan salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.

Sebelum ini, dua kali Inggris sukses menuju semifinal. Yakni, pada Piala Dunia 1990, namun kalah adu penalti dari Jerman dan kemudian finis peringkat keempat. Lalu, pada 2018, Inggris Kalah 1-2 dari Kroasia setelah sempat unggul lebih dulu melalui gol Kieran Trippier.

Dan, satu langkah lagi, Inggris akan menuju puncak untuk dapat mahkota sejak 1966 silam. Di empat besar, Bellingham dkk akan menghadapi pemenang Argentina vs Swiss yang berlangsung pagi ini, pukul 08.00 WIB. Tentu saja, banyak yang mengunggulkan Lionel Messi dan kawan-kawan yang menang.

Tapi, akankah tersaji laga semifinal ideal antara Inggris vs Argentina? Yang pasti, Prancis dan Spanyol sudah memastikan diri dan siap untuk bertarung hidup mati di semifinal untuk berebut satu tiket grand final. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.