Jatim Open Sepatu Roda 2026 di Malang Jadi Ajang Pembinaan Atlet Nasional

oleh -60 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 11 at 1.50.59 PM
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum PB Perserosi, Velix Vernando Wanggai (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi benteng dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Hal itu disampaikannya saat membuka Kejuaraan Jatim Open Sepatu Roda 2026 Piala Gubernur Jawa Timur di Lintasan Sepatu Roda Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7).

Menurut Khofifah, pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membangun kedisiplinan, sportivitas, serta energi positif bagi generasi muda. Ia menyebut selama pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jawa Timur tidak ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan atlet.

“Bulan ini bertepatan dengan Hari Anti Narkoba. Olahraga mampu menggerakkan sportivitas dan menghadirkan energi positif bagi anak bangsa. Atlet-atlet yang menjalani pembinaan di Jawa Timur juga menunjukkan hal yang sangat baik,” ujarnya.

Khofifah juga mengapresiasi kualitas fasilitas Lintasan Sepatu Roda Stadion Kanjuruhan yang dinilai telah memenuhi standar nasional dan mendapatkan pengakuan dari atlet nasional.

Menurutnya, sarana tersebut sangat layak digunakan untuk menggelar kejuaraan berskala nasional, bahkan dapat terus ditingkatkan apabila diperlukan pada masa mendatang.

Kejuaraan Jatim Open Sepatu Roda 2026 sendiri menjadi salah satu ajang terbesar di Indonesia dengan diikuti 2.436 atlet yang tergabung dalam 133 tim dari berbagai provinsi. Kompetisi berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, dan mempertandingkan lima disiplin, yakni speed, freestyle, skateboard, agresif, dan RX, dengan total 26 nomor perlombaan.

Ketua Umum PB Perserosi, Velix Vernando Wanggai mengatakan besarnya jumlah peserta menunjukkan perkembangan olahraga sepatu roda yang semakin pesat di Indonesia. Menurutnya, Jatim Open bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan nasional maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di masing-masing daerah.

“Ini merupakan event terbesar yang diikuti sekitar 2.436 atlet dari seluruh Indonesia. Selain pembinaan prestasi, kejuaraan ini menjadi uji coba bagi atlet yang akan menghadapi berbagai kompetisi nasional maupun Porprov,” tandasnya Velix.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Jatim Open menunjukkan kesiapan Jawa Timur menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan yang lebih besar. Bahkan, PB Perserosi menilai Jawa Timur layak menggelar Piala Ibu Negara 2026.

Selain menjadi wadah pembinaan atlet, kejuaraan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan pendamping turut menggerakkan sektor sport tourism serta membuka peluang bagi pelaku UMKM yang membuka stan di sekitar kawasan Stadion Kanjuruhan.

Velix menegaskan cabang olahraga sepatu roda merupakan salah satu penyumbang medali penting bagi kontingen Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Karena itu, pembinaan atlet secara berkelanjutan dinilai menjadi kunci mempertahankan prestasi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung atlet sepatu roda nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.