Dinkes Kota Batu Catat 47 Kasus Baru HIV, Mayoritas Ditemukan pada Populasi Umum

oleh -62 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 11 at 1.25.06 PM
Ilustrasi HIV (foto: MediacianeNet)

KabarBaik.co, Batu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat sebanyak 47 kasus baru Orang Dengan HIV (ODHIV) sepanjang Januari hingga Juli 2026. Seiring bertambahnya jumlah temuan tersebut, Dinkes mengubah strategi penanganan dengan memperkuat skrining berbasis risiko serta memperluas edukasi pencegahan kepada masyarakat.

Pengelola Program Tuberkulosis (TB) dan HIV Dinkes Kota Batu Yoni Hadi Purnomo mengatakan perubahan pola penyebaran HIV menjadi tantangan baru dalam upaya pengendalian penyakit. Aktivitas kelompok berisiko yang kini lebih banyak dilakukan melalui media daring membuat proses pelacakan tidak lagi semudah beberapa tahun lalu.

“Kasus terbanyak saat ini justru berasal dari populasi umum. Pekerja seks sudah tidak lagi terkonsentrasi di satu lokasi karena menggunakan sistem online. Begitu juga kelompok LGBT yang semakin tersebar, sehingga banyak kasus baru ditemukan melalui skrining rutin,” ujar Yoni, Sabtu (11/7).

Data Dinkes menunjukkan, dari 47 kasus baru tersebut, sebanyak 26 kasus berasal dari populasi umum. Sementara itu, tujuh kasus ditemukan pada pasien tuberkulosis (TB), empat kasus pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL), dua kasus pada pasangan berisiko tinggi, dua kasus pada pelanggan pekerja seks, satu kasus LSL yang masuk kategori populasi umum, satu kasus wanita penjaja seks (WPS), satu kasus ibu hamil, dan satu kasus calon pengantin.

Menurut Yoni, masih banyak pasien yang belum bersedia mengungkapkan faktor risiko penularan karena khawatir terhadap stigma sosial maupun tekanan psikologis. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian kasus akhirnya dikategorikan sebagai populasi umum karena riwayat perilaku berisikonya belum dapat dipastikan.

“Hambatan terbesar saat ini adalah keterbukaan pasien. Masih banyak yang enggan menyampaikan faktor risikonya sehingga proses pemetaan menjadi lebih sulit,” terang dia.

Secara kumulatif sejak 2017, Kota Batu telah mencatat 691 kasus ODHIV. Dari jumlah tersebut, 329 pasien masih menjalani terapi antiretroviral (ARV), 335 pasien berstatus lost to follow up atau putus pengobatan, sedangkan 27 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Berdasarkan fasilitas pelayanan kesehatan, RSUD Karsa Husada menjadi penyumbang temuan kasus terbanyak sepanjang tahun ini dengan 22 kasus. Disusul RS Bhayangkara Hasta Brata sebanyak tujuh kasus, RS Baptis Batu enam kasus, Puskesmas Bumiaji lima kasus, Puskesmas Batu tiga kasus, Puskesmas Junrejo dua kasus, serta masing-masing satu kasus di Puskesmas Sisir dan RS dr. Etty Asharto.

Sebagai respons atas perubahan pola penyebaran tersebut, Dinkes Kota Batu mulai meninggalkan pola skrining massal yang bersifat seremonial. Upaya deteksi dini kini dilakukan secara lebih aktif dengan menyasar lokasi-lokasi yang dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi, seperti kawasan pekerja, perkantoran, perhotelan, hingga tempat wisata.

Selain memperluas skrining, Dinkes juga meningkatkan edukasi kepada kalangan remaja dan pelajar mengenai bahaya HIV serta pentingnya perilaku hidup sehat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

Yoni menegaskan seluruh layanan penanganan HIV di Kota Batu tetap mengedepankan pendekatan Voluntary Care and Testing (VCT) atau pemeriksaan secara sukarela. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat didorong melakukan tes HIV sedini mungkin agar pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan dapat ditekan.

“Prinsipnya pemeriksaan dan pengobatan dilakukan atas dasar kesediaan pasien. Pengecualian hanya berlaku bagi ibu hamil dan calon pengantin yang memang diwajibkan menjalani pemeriksaan HIV,” tegas Yoni. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.