Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Dermatitis Atopik pada Anak

oleh -59 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 11 at 3.07.29 PM
Kampanye Together for Atopic Skin Hotel Westin Surabaya (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Dermatitis atopik atau eksim masih menjadi salah satu penyakit kulit kronis yang banyak dialami anak-anak. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan rasa gatal, tetapi juga dapat mengganggu kualitas tidur hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari anak apabila tidak ditangani sejak dini.

Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. FX Clinton, Sp.DVE, mengatakan dermatitis atopik bukan sekadar masalah kulit kering. Menurutnya, penyakit ini terjadi akibat gangguan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier) yang disertai proses peradangan sehingga kulit menjadi lebih sensitif.

“Pada kondisi ini terjadi gangguan pada skin barrier dan peradangan, sehingga kulit menjadi sangat sensitif dan tidak nyaman, terutama pada anak yang belum mampu mengungkapkan keluhannya,” ujar dr. Clinton di Surabaya, Sabtu (11/7).

Ia menjelaskan, berdasarkan data American Academy of Dermatology, sekitar satu dari lima anak mengalami dermatitis atopik. Risiko munculnya penyakit ini lebih tinggi pada anak yang memiliki riwayat alergi, asma, maupun eksim dalam keluarga.

Sementara itu, dokter spesialis anak dr. Fihzan Ginting, M.Ked(Ped), Sp.A, mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan anak. Rasa gatal yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu waktu istirahat, memengaruhi suasana hati, bahkan berdampak pada hubungan anak dengan orang tua.

Karena itu, orang tua diimbau mengenali gejala sejak awal, seperti munculnya ruam kemerahan yang berulang pada area pipi, dahi, lipatan tangan, maupun lipatan kaki. Jika gejala tersebut muncul, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Menurut dr. Fihzan, dermatitis atopik dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, lingkungan, hingga sistem kekebalan tubuh. Karena bersifat kronis, perawatan kulit perlu dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga kelembapan kulit setiap hari, menghindari paparan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, serta menggunakan produk perawatan yang sesuai untuk kulit sensitif.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan keseimbangan mikrobiom kulit memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit. Ketidakseimbangan mikroorganisme pada permukaan kulit dapat memicu peradangan sehingga keluhan dermatitis atopik menjadi lebih berat.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini, digelar kegiatan edukasi bertajuk “Together for Atopic Skin” di Surabaya. Kegiatan tersebut menghadirkan tenaga medis yang memberikan informasi mengenai gejala, penanganan, serta pentingnya menjaga kesehatan skin barrier.

Dalam kesempatan itu, Brand Manager Mustela, Indira Natalia, mengatakan masih banyak orang tua yang belum memahami perbedaan antara kulit kering biasa dengan dermatitis atopik. Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan diperlukan agar gejala dapat dikenali lebih awal dan anak memperoleh penanganan yang sesuai.

Selain menjadi sarana penyampaian informasi, kegiatan edukasi tersebut juga membuka ruang diskusi antara tenaga medis dan para orang tua untuk berbagi pengalaman mengenai perawatan kulit atopik.

Melalui peningkatan pemahaman masyarakat, diharapkan dermatitis atopik dapat dikenali lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan dampaknya terhadap kualitas hidup anak maupun keluarga dapat diminimalkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.