Ritel Lesu, Hippindo Minta Stimulus Pemerintah Jaga Daya Beli Warga

oleh -56 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 11 at 3.55.38 PM
Suasana di Pakuwon Mall Surabaya (Irma Hari Trisiawardana)

KabarBaik.co, Surabaya – Pelaku usaha ritel mulai merasakan perlambatan konsumsi masyarakat setelah berakhirnya momentum belanja Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran. Kondisi tersebut ikut mendorong kinerja penjualan ritel nasional kembali mengalami kontraksi pada Mei 2026.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo mengatakan perlambatan penjualan pada Mei merupakan pola musiman yang lazim terjadi setelah berakhirnya periode belanja besar masyarakat. Namun, tahun ini tekanan dinilai lebih berat karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global.

“Memang bulan Mei mengalami perlambatan karena setelah momentum Nataru dan Lebaran biasanya terjadi penurunan konsumsi,” kata Budihardjo, Sabtu (11/7).

Menurutnya, selain faktor musiman, daya beli masyarakat juga tertekan oleh kondisi ekonomi global. Konflik geopolitik yang masih berlangsung mendorong penguatan dolar Amerika Serikat sehingga biaya impor meningkat dan berdampak pada kenaikan harga sejumlah barang.

Karena itu, pelaku usaha berharap pemerintah terus menghadirkan berbagai stimulus untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Dukungan tersebut dinilai penting, mulai dari program promosi hingga bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi tetap bergerak,” ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, sektor ritel masih melihat peluang dari momentum libur sekolah dan musim kembali ke sekolah (back to school). Hippindo bersama pemerintah berupaya menggerakkan kembali belanja masyarakat melalui penguatan sektor wisata belanja.

“Kami memanfaatkan momentum liburan sekolah dan back to school untuk mendorong pasar wisata belanja dengan dukungan Kementerian Ekonomi, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata,” tutur Budihardjo.

Kondisi tersebut sejalan dengan data Bank Indonesia (BI). Bank sentral mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2026 berada di level 223,4 atau terkontraksi 3,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu lebih dalam dibandingkan kontraksi April 2026 yang mencapai 3,7 persen.

Meski secara keseluruhan masih melemah, beberapa kelompok barang tetap mencatat pertumbuhan positif. Penjualan suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor tumbuh 11,2 persen secara tahunan, diikuti bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 0,3 persen serta barang budaya dan rekreasi yang meningkat 0,2 persen.

Sebaliknya, pelemahan masih terjadi pada sejumlah kelompok utama. Penjualan makanan, minuman, dan tembakau terkontraksi 4,1 persen, peralatan informasi dan komunikasi turun 18,4 persen, sedangkan kelompok sandang merosot 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara bulanan (month to month/mtm), penjualan ritel pada Mei juga turun 1,5 persen. Meski masih negatif, kontraksi tersebut lebih baik dibandingkan April yang sempat turun hingga 11,6 persen.

BI menilai perbaikan bulanan ditopang meningkatnya penjualan peralatan informasi dan komunikasi sebesar 1 persen serta bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 1,3 persen. Selain itu, penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta sandang mulai melandai.

Menurut BI, perbaikan tersebut turut didukung oleh tetap terjaganya permintaan masyarakat selama rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Waisak, dan Iduladha.

Meski demikian, kontraksi secara tahunan menunjukkan konsumsi rumah tangga belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sektor ritel memasuki semester II 2026. Keberlanjutan stimulus pemerintah serta kemampuan pelaku usaha menciptakan momentum belanja baru dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan konsumsi domestik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.