LG Bidik Pertumbuhan Penjualan di Jatim, AC Jadi Penyumbang Terbesar

oleh -67 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 10 at 3.58.04 PM
Branch Manager Surabaya LG Electronics Indonesia Iwan Sutanto (batik putih) saat mengamati produk TV LG (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – LG Electronics Indonesia optimistis pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Saat ini, produk pendingin ruangan (AC) menjadi salah satu motor utama penjualan perusahaan, bahkan pertumbuhannya melampaui sejumlah kategori produk elektronik lainnya.

Branch Manager Surabaya LG Electronics Indonesia Iwan Sutanto mengatakan kontribusi penjualan terbesar LG masih berasal dari televisi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penjualan AC mengalami pertumbuhan paling signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat penyejuk ruangan.

“Kontribusi terbesar masih televisi. Tetapi yang pertumbuhannya paling tinggi sekarang adalah AC. Setelah itu disusul kulkas dan mesin cuci,” ujar Iwan, ditemui di Hartono Elektronik, Jumat(10/7).

Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu pasar potensial bagi LG. Karena itu, perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi produk agar mampu menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Iwan menilai di tengah persaingan industri elektronik yang semakin ketat, diferensiasi produk menjadi kunci utama untuk mempertahankan daya saing. LG pun memanfaatkan dukungan riset dan pengembangan (R&D) yang dimiliki, baik di Korea Selatan maupun Indonesia, untuk melahirkan produk yang sesuai dengan karakteristik pasar domestik.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan tahun ini adalah AC produksi dalam negeri yang telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi. Produk tersebut dibekali teknologi Dual Vane (Dual Swing) yang dirancang untuk menghasilkan distribusi udara lebih merata sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.

Di sisi lain, LG juga melakukan penyesuaian harga sejumlah produk elektronik. Kenaikan harga berada pada kisaran 3-5 persen, terutama dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku dan komponen di pasar global. Untuk kategori televisi, Iwan menjelaskan kenaikan harga dipicu lonjakan harga memori semikonduktor di pasar dunia. Permintaan memori meningkat tajam seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Untuk TV, kenaikan harga lebih dipengaruhi naiknya harga memori secara global, bukan semata-mata karena nilai tukar dolar,” katanya.

Sementara itu, penyesuaian harga pada produk lain seperti kulkas dan mesin cuci dipengaruhi kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik, serta fluktuasi harga minyak dan nilai tukar.

Meski demikian, LG meyakini kenaikan harga tersebut masih dalam batas yang dapat diterima konsumen. Perusahaan juga tetap berhati-hati dalam menentukan harga dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

“Kenaikannya tidak besar, sekitar 3 sampai 5 persen. Kami tetap melihat kondisi pasar dan kemampuan daya beli masyarakat sebelum melakukan penyesuaian harga,” ujarnya.

Untuk menjaga daya beli konsumen, LG memperluas kerja sama dengan berbagai perusahaan pembiayaan (finance). Skema cicilan diharapkan dapat mempermudah masyarakat memiliki produk elektronik rumah tangga.

Menurut Iwan, saat ini sejumlah produk elektronik seperti AC, kulkas, dan mesin cuci telah bergeser dari kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan yang lebih mendasar bagi banyak keluarga di Indonesia.

Selain itu, LG juga terus memperluas penerapan teknologi AI dan ekosistem rumah pintar (smart home). Melalui platform LG ThinQ, pengguna dapat mengendalikan berbagai perangkat elektronik seperti AC, mesin cuci, kulkas, hingga televisi langsung melalui ponsel pintar.

“Hampir seluruh lini TV kami sudah menggunakan AI, begitu juga berbagai produk rumah tangga lainnya yang kini saling terhubung dalam ekosistem LG ThinQ,” pungkas Iwan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.