Profil Mantan Kapolres Malang yang Pimpin Penggeledahan Kasus Korupsi, Sita Barang Bukti Rp 476 Miliar

oleh -78 Dilihat
TOTOK SUHARYANTO
Irjen Pol Totok Suharyanto

KabarBaik.co, Jakarta-  Nama Irjen Pol Totok Suharyanto belakangan menjadi sorotan setelah memimpin langsung operasi penggeledahan di 12 lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Penggeledahan itu disebut berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan korupsi besar.

Dari operasi tersebut, penyidik menyita uang tunai, mata uang asing, hingga emas batangan dengan nilai estimasi mencapai sekitar Rp 476 miliar atau hampir setengah triliun rupiah.

Penggeledahan yang berlangsung mulai Rabu (8/7/2026) malam itu dipimpin Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipidkor) Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, bersama tim Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan kasus batu bara PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel.

“Polri dalam hal ini Kortas Tipidkor Polri terus melaksanakan upaya penegakan hukum terhadap perkara yang menjadi atensi Bapak Presiden Republik Indonesia,” kata Totok kepada awak media di sela penggeledahan.

Sebanyak 12 lokasi menjadi sasaran penggeledahan, mulai dari kafe, kantor perusahaan, money changer, hingga sejumlah rumah mewah di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.

Dari penggeledahan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, penyidik menyita uang tunai senilai Rp 67,2 miliar dalam bentuk rupiah serta mata uang asing.

Sementara itu, temuan terbesar diperoleh dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, penyidik menemukan sebuah brankas yang berisi tujuh koper berisi aset bernilai fantastis.

Barang bukti yang ditemukan meliputi 74 kilogram emas batangan, uang tunai sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp 100 juta. Nilai keseluruhan barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 476 miliar.

Sosok Irjen Pol Totok Suharyanto

Irjen Pol Totok Suharyanto merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua. Sejak 27 Februari 2026, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipidkor) Polri, menggantikan Irjen Pol Cahyono Wibowo.

Kortas Tipidkor sendiri merupakan struktur baru di lingkungan Polri yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2024 untuk memperkuat penanganan perkara korupsi di Indonesia.

Lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 29 Oktober 1972, Totok merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Kariernya dikenal banyak ditempa di bidang reserse dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pernah Menjabat Kapolres Malang

Sebelum menduduki jabatan strategis di Mabes Polri, Totok memiliki rekam jejak panjang di wilayah Jawa Timur. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Malang Kota, Wakapolres Malang Kota, hingga dipercaya menjadi Kapolres Malang Kota pada 2013.

Selain itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Kapolres Trenggalek, Wadirreskrimsus Polda DIY, Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Kasubdit IV Ditipidkor Bareskrim Polri, Kasubdit II Ditipidkor Bareskrim Polri, serta Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

Pada 2025, Totok dipercaya menjadi Direktur Tindak Kortas Tipidkor Polri sebelum akhirnya dipromosikan sebagai Kakortas Tipidkor Polri pada Februari 2026.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 3 Desember 2025, Irjen Pol Totok Suharyanto tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 2,431 miliar.

Aset terbesar yang dimilikinya berupa tanah dan bangunan di Kota Malang senilai Rp 1,9 miliar. Selain itu, ia memiliki sebuah Toyota Kijang Innova tahun 2021, Yamaha RX King, Honda Vario, dua unit sepeda, harta bergerak lainnya senilai Rp 56 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 10 juta.

Tidak terdapat catatan utang dalam laporan tersebut sehingga total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp 2.431.000.000. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.